Can’t you guys stop talking about the graduation ceremony? Sick of it.
Done.
Filed under: Percikan Iseng
November 7, 2009 • 2:24 pm 0
Can’t you guys stop talking about the graduation ceremony? Sick of it.
Done.
Filed under: Percikan Iseng
November 6, 2009 • 3:00 am 2
Belakangan ini, terlihat seru sekali mengikuti kasus yang menjerat mantan ketua KPK non aktif, Chandra Hamzah dan Bibit S. Riyanto (hore hapal). Awalnya saya tidak terlalu tertarik, tapi saat suatu malam tak sengaja nongkrong di depan tv dan ‘terpaksa’ menyaksikan siaran langsung Pak Chandra dan Bibit yang dibebaskan sementara lalu disambut di gedung KPK (thanks buat para wartawan yang sigap luar biasa).
Nah saat disambut di gedung KPK oleh mahasiswa dan petinggi KPK lainnya, rasanyaaa… menyentuh sekali. Entah mungkin karena saya masih mahasiswa (bohong) dan karenanya tersentuh saat ada salah satu mahasiswa yang berkata dgn jelas di layar televisi kepada Pak Chandra dan Bibit, “Tapi perjuangan Bapak blum selesai, Pak! Dan Bapak baru dibebaskan sementara, blum dibebaskan sepenuhnya!” dengan mata sedikit berkaca. Lalu diikuti dengan Pak Chandra, yang memang sedang berdiri di sebelah mahasiswa itu, merangkul anak itu. Malam itu sepertinyaa, pintu kemanusiaan saya terketuk. Dan sejak itu saya menumpahkan perhatian pada kasus ini.
Filed under: Catatan Harian, Part of My Point of Views
October 21, 2009 • 4:03 pm 0
Everyone’s changing, I stay the same
I’m a solo cello outside a chorus
I’ve got a secret,
It’s time for me to tell that you’ve been keeping me warmI keep comparing, you’re always winning
Don’t give it back, I’ve never felt so wanted
Will you make me a home?In the heat of summer sunshine,
I miss you like nobody else
…and nobody needs to know
Thanks, Andrea, for the inspiration.
Filed under: Percikan Iseng
October 3, 2009 • 11:06 am 0
Tidak semudah itu. Memang saya siapa? Tuhan? Tuhan saja tidak semudah itu menampakkan diri-Nya di hadapan makhluk-Nya. Begitu pun makhluk-Nya, tak semudah itu bisa melarikan diri. Tapi saya siapa? Hanya manusia, tak pernah lebih dari sekadar manusia. Untuk berpikir saja ada batasnya. Apalagi untuk bertindak. Lalu, mengapa semua ada batasnya?
Tak ada bagaimana nanti. Saya ingin melarikan diri. Tapi hanya tersimpan dalam pikiran. Semesta tak mendukung. Saya ingin lari, lari kecil saja. Lalu semesta membantu saya untuk lelah, untuk kembali mundur. Atau untuk kembali diam. Pikiran saya mati, diam tak bergerak.
September 29, 2009 • 2:54 am 4
Tak menyangka kampus bisa seramai ini. Memang bisa dibayangkan, karena setiap awal perkuliahan akan penuh. Tapi, penuh kali ini berbeda. Mungkin karena saya bisa saja berbeda hampir empat tahun dengan mereka.
Satu yang saya rasakan saat memasuki gedung kampus, I don’t belong here. Tapi, saya harus berada di sini, mau atau tidak (bahkan ‘tidak mau’ bukan lagi sebuah pilihan), suka atau tidak.
Tempat yang membuat saya nyaman masih tidak berubah: bagian tandon perpustakaan. Jika memungkinkan, saya bisa tidak meninggalkan tempat ini. Di sini, ada sofa hitam yang nyaman, tempat saya bisa nyaman membaca atau pun menulis ini.
Filed under: Catatan Harian