December 30, 2009 • 1:17 pm
…Since then, I realize that death is not the end of life, but it is also my best friend. She is always sitting by my side, even while I am talking to you, looking to the mountains here with snow.
Your death is always sitting by your side?
By my side, sitting in the chair right in front of me. I see death as a beautiful woman.
What is she saying?
She is saying, “I am going to kiss you,” and I say to her, “Not now, please.” But she says, “OK, not now–but pay attention and try to get the best of every moment because I am going to take you.” And I say, “OK, thank you for giving me the most important advice in life–to live your moment fully.
(An interview with Paulo Coelho, by Laura Sheahan)
“…manfaatkan waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.” (HR. Bukhori)
P.S.: Baru saja share hadits itu di facebook, hari itu juga dapat kabar tentang Gusdur. Selamat Jalan, kakek inspiratif yang kadang saya benci tapi juga saya kagumi jalan pikirannya. Semoga kami yang masih hidup di dunia ini bisa mengambil ibroh dari kepergiannya.
Filed under: Catatan Harian
December 18, 2009 • 5:21 pm
Malam. Sengaja terjaga, menyambung pemikiran sendiri yang sudah terlaksana setengah saat malam tahun baru Hijriah kemarin. Dan ternyata, hidup saya selama ini masih belum ada apa-apanya dibandingkan Hindun sang mujahiddah perang Badar itu. Tapi saya menyadari, saya masih ada dan hidup sampai detik ini karena cinta-Nya masih berhembus pada saya; melalui orang-orang yang juga melimpahi saya dengan kasih sayang dari-Nya.
Dengan ditemani Madonna dengan album American Life-nya (entah mengapa sejak dahulu musik upbeat dan sedikit techno sering memberikan saya inspirasi menulis), saya tengah berpikir resolusi-resolusi yang bisa terjadi pada hari-hari mendatang. Atau yang saya usahakan untuk terjadi.
Read the rest of this entry »
Filed under: Catatan Harian
December 4, 2009 • 2:52 pm
Kita berdua tak pernah ucapkan maaf tapi saling mengerti
Ketika rindu mengebu-gebu kita menunggu,
Jatuh cinta itu biasa saja
(JCIBS, Efek Rumah Kaca)
Filed under: Percikan Iseng
December 3, 2009 • 3:42 pm
Jika otak saya seperti komputer, saya ingin memindahkan data-data di dalamnya ke dalam sebuah external hard disk. Lalu, external hard disk itu akan saya perlakukan spesial karena semua memori selama saya hidup ada di dalamnya.
Dan pikiran saya pun kosong.
Read the rest of this entry »
Filed under: Percikan Iseng
November 26, 2009 • 5:13 am
Menjamurnya situs social networking kini menjadi sebuah fad. Maaf, saya belum bisa menjamin hal ini akan menjadi tren, karena siapa
sih yang bisa menjamin sesuatu akan bertahan lama; terutama dalam masa kemajuan ICT seperti sekarang, di mana banyak otak-otak manusia yang kreatif yang tak henti melakukan perubahan. Siapa yang akan menduga ada sebuah terobosan lain selain facebook. Hanya waktu yang akan menjawab.
Lalu, bagaimana dengan isi social networking di sekitar kita? Tetap, terserah penggunanya masing-masing. Tapi, saya tertarik menulis tentang bagaimana sih mereka terlihat mengapresiasikan bahasa tulisan mereka dalam status facebook? Mari kita lihat.
Read the rest of this entry »
Filed under: Part of My Point of Views, Percikan Iseng , bahasa