Apparently…

July 3, 2009

…Elizabeth Bennet found Mr Darcy on the age of 21. Emma Woodhouse found Mr Knightley on the age of 21. However, they were created almost two centuries ago. Age of 21 is a golden age in 18th century.

Now, the question is: will I find my Mr Darcy or Mr Knightley in my age of 21? Hmphh.

Ingat benda itu kan? Blackberry. Saya menyebutnya teknologi yang menggantikan laptop. Atau setidaknya, beberapa peran laptop. Hm. Sebenarnya, saya termasuk orang yang mendukung teknologi. Hanya saja, untuk teknologi yang satu ini, saya sedikit berpikiran negatif.

P.S.: saya kok nulis ini jadi sedikit was-was ya, muncul perasaan kalau pihak Blackberry atau juga rekan-rekan pengguna blackberry bakal menyeret saya ke pengadilan karena  pencorengan nama baik. Haha.

Oke. Sebenarnya, kali pertama saya mendengar blackberry masuk ke Indonesia, oke-oke saja. Waw, keren, itu reaksi pertama saya dan tertarik untuk merencakan pembelian. Tapi, saat blackberry sudah beredar di teman-teman saya dan bahkan sahabat-sahabat saya, asumsi pun berubah.

Read the rest of this entry »

Sometimes I Realize…

June 25, 2009

that I won’t be there for somebody need me most. Ya ALlah. Sang Pencinta, yang mencintai hamba-Nya bahkan lebih dari yang pernah dibayangkan. Engkau, yang tak pernah pilih kasih. Engkau, yang ada dalam hati ini selalu. Engkau, yang bahkan saat aku tidak mengingat-Mu, akan selalu ada di hati.

ALlah. Asri minta maaf. I’m writing this because I felt deeply sorry. Ke mana saja aku selama ini? Terlalu sibuk dengan skripsi! Terlalu sibuk dengan diri sendiri! Terlalu sibuk, entah mungkin pura-pura sibuk! Aku malu, ya ALlah, aku malu!

Ke mana aku saat mereka membutuhkan aku? Bahkan seuntai doa pun tak terucap dari mulutku seusai shalat untuk mereka. Hanya skripsi, skripsi, skripsi. PERGI KAU, SKRIPSI!!! Jika memang kehadiranmu hanya akan membuatku melupakan orang-orang yang membutuhkan aku. PERGI! Sarjana, siapa sih yang butuh?! Titel yang mengagungkan dunia lebih tinggi daripada akhirat. Titel yang bisa membuat kami tinggi hati, lupa–LUPA–dengan sekitar kita.

Read the rest of this entry »

Garuda di Dadaku

June 21, 2009

Sejak dahulu kala, sejak saya pertama kali menyukai sepakbola, saya tahu pasti bahwa hal yang satu ini akan menjadi sebuah pemersatu bangsa. Dan, kurang lebih sedikit benar (lho, kok ga yakin gini sih).

Saya belum menonton film ini, tapi saya mencoba meraba-raba arah film ini. Mungkin saya merabanya dari lagu Netral dengan judul yang sama. Saat pertama mendengarnya di trailer film, saya sudah tertarik dengan sound yang seakan dinyanyikan oleh supporter sepakbola di stadion. Interesting.

Intinya… Apakah lagu ini mencerminkan kita? Hm. Tidak ada yang memungkiri, kita orang Indonesia. Lahir dan besar di Indonesia (saya, terutama. Anda, tentukan sendiri). Jiwa dan raga untuk Indonesia? Sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, sepertinya.

Tapi, produk Indonesia? Memakai dan bangga dengan produk Indonesia? Hm. Optimisme pada Indonesia? Duh, untuk yang satu ini, sebenarnya saya akui tertinggal sedikit pada diri saya.

Read the rest of this entry »

Kepala berat (pinjem istilahnya Ardi). Langkah berat. Nafsu makan berkurang. Waktu tidur berkurang. Saat mencoba tidur, malah muncul flashback-flashback pikiran yang membuat Anda lebih buruk. Ada saat-saat Anda blackout. Anda pun sudah biasa menangis di mana pun, entah di bus, angkot, kelas, mushalla. Mata Anda sudah tidak butuh eyeliner untuk membuat smookey eyes. Malam hari menjadi teman, siang hari pun menjadi teman. Ada saat-saat Anda membutuhkan CDR jika merasa tidak enak badan (thanks for Mom to always make it available), dan sayangnya itu dibutuhkan hampir setiap hari. Ada saat-saat Anda merasa membutuhkan kopi. Bahkan lagu-lagu di playlist Anda terasa membosankan. Tiba-tiba Anda tidak menaruh perhatian pada hal-hal yang terjadi di sekitar: entah itu kelulusan Ardi, pemilu presiden (yang biasanya tak lepas dari perhatian Anda). Anda merasa memiliki dunia sendiri, memiliki pikiran sendiri. Egosentris Anda meninggi, merasa Anda memiliki masalah paling berat. Anda mencoba memikirkan tempat-tempat untuk hiburan sementara, tapi rencana itu tidak akan pernah terlaksana.

Read the rest of this entry »