Karena Anak Tidak Butuh Lokasi…

Pernah kepikiran nggak, kenapa acara main anak rata-rata bayar 100.000++? Urusan mahal relatif ya. Kalau buat saya, mahal. Mungkin karena unsurnya bukan cuma main. Ada sewa lokasi juga, snack, perlengkapan, dan sebagainya.

Bisa saja bagi sebagian orang biaya yang tertera tidak mahal. Seperti teman saya, sebut saja namanya Agiet. Bagi Agiet, biaya tersebut sepadan dengan bertemu keluarga lain, bertukar pengalaman tentang mengasuh anak, juga situasi dalam acara tersebut.

Saya setuju. Saya juga ingin bertemu dengan keluarga lain yang sama-sama memiliki anak, bersama menertawakan anak, bersama lepas sejenak dari rutinitas mengasuh yang menjenuhkan ini.

Tapi bukan berarti harus mahal.

Continue reading “Karena Anak Tidak Butuh Lokasi…”

Advertisements

Fast Car

Waktu berjalan cepat jika kita menikmatinya. Terjadi sebaliknya saat tidak menikmati.

Satu tahun ke belakang saya banyak belajar. Pertama, belajar nyetir manual. Setahun ini tugas saya antar jemput anak-anak sekolah. Yang awalnya deg2an lewat jalan kecil, sekarang kayak piece of cake. Yang awalnya jantung mau copot waktu macet di jalan tanjakan, sekarang santai.

Continue reading “Fast Car”

Yang Aku Rasakan tentang Real Love

“Have you wonder, how your life will be before having kids? I don’t know, but I can’t imagine my life before having them.”

Ini semacam pemikiran random aja sih, suatu saat. Mikir, kayak apa ya hidup aku kalau enggak punya anak-anak ini? Atau kayak apa kalau enggak nikah sama suami? Dengan usia sekarang, tanpa mereka, itu rasanya kayak apa ya?

Continue reading “Yang Aku Rasakan tentang Real Love”