Aku dan Lelaki

Aku dan lelaki
Kita tidak berteman
Kita bercinta
Dalam kata

Tenggelam dalam pusara rutin

Tangis, pilu, memuai

Demi kata
Kami ada
Tak bertuan
Tapi bertuhan

Kita meminum udara yang sama
Kita menghirup air yang sama
Tanpa kelana, tanpa durjana, tanpa gulana

Aku dan lelaki
Hidup dan mati

(Gerbong Wanita, 14 Oktober 2014)

To Translate Best — Untuk Menerjemahkan dengan Lebih Baik

Jika Anda menggunakan internet saat menerjemahkan sebuah artikel atau bacaan atau wacana atau materi lainnya, terutama kalah malas membolak-balikkan kamus yang tebal itu, ada tiga tabs yang wajib dibuka. Tiga tabs itu adalah Sederet.Com, FreeDictionary.Com, dan Google.Com. Saya ceritakan tujuannya.

Pertama, Sederet.Com adalah website kamus versi Indonesia yang cukup lengkap menurut saya. Saya biasa gunakan untuk translate dari Indonesia-Inggris, karena cukup akurat. Untuk Inggris-Indonesia sbnernya ada, hanya saja untuk arti kata Bahasa Inggris lebih baik diketahui dari fitur Inggris-Inggris; karena lebih enak mengartikan sebuah bahasa menggunakan bahasa itu sendiri kan? Tetapi untuk fitur Inggris-Inggris di Sederet.Com ini saya jarang juga gunakan, lebih suka menggunakan dari website kamus luar.

Pilihan website kamus luar saya adalah FreeDictionary.Com. Website ini lebih lengkap dari Dictionary.Com atau Webster atau yang lainnya. Setiap kata bahasa Inggris dijelaskan dengan gamblang; dari mulai kata dasarnya, cara bacanya, sinonimnya, antonimnya, sampai contoh kalimat dan contoh gambarnya. Biasanya, di website kamus lain semua fitur itu dipisah-pisah jadi beberapa bagian. Di FreeDictionary.Com, semua fitur itu ada dalam satu halaman.

Sementara, Google.Com biasanya digunakan untuk mengecek ulang phrasal verb-nya. Phrasal verb itu bagian yang saya paling tidak bisa menguasai sampai sekarang, karena sering terbalik. Misalnya, according + to, interest + in, passion + for, dan seterusnya. Phrasal verb itu sudah pasangan abadi, jadi kalau dipisah-pisah akan berubah makna atau bahkan tidak bermakna. Cek di Google.Com untuk memastikan apakah ada website yang menggunakan pasangan kata yang kita inginkan. Jika ada, berarti kata itu exist (arti harfiah ya, bukan arti gaul).

Segitu saja, mudah kan? Menerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia cenderung lebih mudah karena bahasa tujuan adalah bahasa kita sendiri. Tetapi, untuk menerjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, cukup rumit karena bahasa Inggris sangat kaya kata-kata. Jadi, perlu diperhatikan contoh penggunaannya. Di situlah gunanya pengecekan ulang, baik lewat Google.Com atau pun website kamus luar negeri yang berbasis Inggris-Inggris.

Kisah Para Pengojek Payung

Hujan lebat sore itu. Kel dan teman-temannya bergegas memasuki pelataran sebuah pusat perbelanjaan. Mereka masing-masing berbekal satu senjata ampuh: payung. Beragam bentuknya. Punya Kel cukup lebar, temannya Meg lebih lebar dari punya Kel; ada juga payung punya Res, paling imut di antara teman-temannya.

Tapi anak-anak kecil ingusan yang belum mandi itu bersemangat. Hujan berarti ladang uang mereka. Payung mereka tenteng, atau beberapa sudah memakai payung.

Continue reading “Kisah Para Pengojek Payung”

Tentang Skripsi Sastra Inggris

Sempat tidak enak, saat melihat banyak yang searching tentang thesis sastra Inggris dan malah nyasar di blog saya. Secara, bahasan thesis sebelumnya masih belum pasti dan masih berupa brainstorming. Kasihan bagi orang-orang yang sedang serius mencari topik.

Begini saja. Saya hanya bisa menuliskan saran; karena sekarang masih menyandang status mahasiswa. Selama ini, mendengar cerita dari dosen-dosen saya, skripsi (thesis) jurusan Sastra Inggris seringkali hanya berkutat pada analisis sebuah karya sastra. Dan seringkali, karya sastranya itu berupa novel-novel terkenal zaman dahulu kala. Shakespeare dan Jane Austen, misalnya.

Iya, memang itu novel bagus, misalnya. Tapi, 1) sudah banyak yang menganalisis. Walau Anda yakin belum ada yang menganalisis dari sudut pandang teori yang Anda pilih, tapi tetep aja bahasannya itu basi banget. 2) sudah tidak satu generasi dengan Anda, sehingga sulit jika hendak direfleksikan pada zaman sekarang. Continue reading “Tentang Skripsi Sastra Inggris”

Menulis ala Hemingway

Seorang penulis pemenang nobel sastra asal Amerika, Ernest Hemingway, menulis dengan gaya yang berbeda dari penulis lainnya. Gaya menulis beliau adalah singkat dan menuju langsung ke sasaran. Memang, sebelum menjadi penulis, beliau sempat menjadi seorang jurnalis. Dan yang terpenting, beliau seringkali tidak menjelaskan secara detil suasana di dalam ceritanya: membiarkan para pembaca membayangkan sesuai bayangannya masing-masing.

Bukan saya banget, sebenarnya. Tapi kali ini, saya ingin mencoba menulis seperti beliau. Berikut adalah sebuah penggalan kisah nyata; dengan nama dan tempat yang dirahasiakan. Continue reading “Menulis ala Hemingway”