Individu dan Masyarakat

Terasa sekali gimana rasanya menghadapi masyarakat ketika kita sudah lulus dan berkecimpung dalam kegiatan masyarakat. Entah bekerja atau semacamnya. Dalam posisi tersebut, susah sekali berpikir egois dan melakukan apa yang kita sukai saja, seperti masa kuliah dulu. Sekarang bukan hanya kita seorang saja, tapi sudah menyangkut hajat hidup orang banyak. Ya, tidak banyak-banyak juga sih. Tapi cukup untuk menjadi semacam ‘hakim’ bagi penentu kepribadian dan masa depan.

Saya cenderung susah berkomunikasi secara lisan. Lebih baik saya menulis email panjang daripada berkomunikasi lisan. Dan jujur saya cukup tersiksa dengan ilmu komunikasi yang saya dapat dari kuliah master ini yang mengharuskan saya banyak berkomunikasi secara lisan. Sampai saat ini juga belum dikatakan berhasil.

Continue reading