32 week + 1 day

Selamat lebaran. Kemarin, tepatnya, tadinya saya ga rencana mau shalat Ied, karena–apa yaa lupa juga alasannya hehe. Tapi kok pas pagi-pagi bangun, rasanya pengen ke masjid. Belum lagi ada perasaan pengen ajak Kakak Ara ke masjid, merasakan suasana shalat Ied di tengah sejuknya pagi hari. Ditambah malam sebelumnya saya sempat baca hadits tentang mengajak wanita ke tempat shalat Ied–agak lupa sumbernya, tapi yang saya tangkap adalah agar semua muslim termasuk wanita (termasuk yang haid) hendaknya pergi ke tempat shalat Ied agar merayakan hari kemenangan. Jadi akhirnya, saya pun ikut suami shalat Ied.

Continue reading

Advertisements

Today, 1429 H

Lebaran. Arti lebaran bagi saya adalah nikmatnya shalat ‘Ied dengan mata mengantuk karena semalaman tidak tidur. Mengapa berarti? Karena bagi saya, mata yang mengantuk itu ibarat membawa sebuah kenangan dari Ramadhan. Ha. Filosofi yang simpel, tapi berarti. Ditambah, dengan rasa kantuk sambil shalat di lapangan dengan suasana yang dingin… Beuh, mantap.

Setelah itu, bersalaman dengan keluarga dan tetangga-tetangga; berhubung tidak ada keluarga yang tinggal dekat rumah. Entah mengapa, nuansa hari itu adalah PUTIH. Hmm. Tahun lalu, saya masih berani pakai mukena warna ungu; di antara mukena-mukena putih lainnya. Sekarang? Terima kasih. Karena, putih juga berarti suci. Ingat iklan TELKOM yang menampilkan murid esde hanya memperlihatkan kertas putih kosong untuk menggambarkan suasana lebaran? Yah, seperti itu. Continue reading