Cerita Kereta

Kereta. Sebagai penumpang setia KRL saat kuliah (dulu namanya masih KRL Pakuan Ekspress), kembalinya saya menggunakan kereta (sekarang namanya commuter line) disambut meriah setidaknya oleh tukang koran yang masih kenal saya dan masih semangat panggil-panggil nama walau saya tidak beli.

Awalnya mumet dengan keadaan stasiun kereta api Bogor yang menjadi lebih besar tapi dengan rangkaian kereta yang lebih padat penumpang. Salah satu penyebabnya mungkin karena dihapusnya KRL Ekonomi, sehingga saat ini tiap rangkaian terdiri dari penumpang KRL Ekonomi AC (yang juga dihapus dan diganti commuter line atau KCJ) dan KRL Ekonomi. Selain itu, tiket progresif yang katanya masih disubsidi itu bikin murah sehingga banyak orang beralih menggunakan kereta lagi.

Continue reading

Bogor-Jakarta-Bogor [Updated 10 Des 2012]

Kira-kira tiga tahun yang lalu, dengan takut-takut saya menginjakkan kaki sendirian di kota yang masih asing bagi saya. Jakarta. Dulu, saya hanya ke Jakarta kalau ada arisan keluarga di rumah-rumah tetua keluarga besar, atau kalau lagi jemput mama di kantor/bandara atau ditraktir makan ama beliau. Intinya, belum pernah saya menginjakkan kaki di Jakarta dengan memiliki tujuan pribadi. Begitu juga dengan transportasi; tidak pernah saya mengenal alat transportasi antarkota selain mobil keluarga saya. Padahal, untuk transportasi antarkota yang lebih jauh seperti Surabaya atau Yogyakarta, saya justru lebih tahu. Entah itu kereta atau bus. Tapi, Jakarta? Ah, tidak tahu. Continue reading