Pengalaman 39 Minggu

So. It’s been going on 39 weeks! Sangat tidak sabar untuk akhirnya menggendong bayi mungil yang sering bergerak dalam perut ini. Sambil menghitung hari, ingin menuliskan hal-hal yang selama ini saya alami.

Continue reading

Advertisements

38 week + 0 day

Minggu lalu adalah bencana! Serangan hormon, pastinya. Rasanya lebih seperti sensitif tinggi seperti PMS. Ah. Ada suatu hari bahkan saya lagi ga mood sama sekali. Marah sana-sini, protes sana-sini. Yang kasihan ya orang rumah: suami, mama. Ah. Saya sayang mereka banget deh, walau saya lagi sensitif tetap mengerti. Puncaknya mungkin malam Sabtu ya, saat motor suami ternyata mogok dan suami harus menginap di Jakarta. Rasanya tuuhh, sudah seharian saya ga mood ditambah suami ga pulang: itu dobel hormon!

Continue reading

37 week + 3 day

“Yow! If you feel a sort of lightening bolt running up and down your legs (and in your crotch), don’t freak out. At 38 weeks, baby’s probably sitting pretty low in your pelvis, which means he’s bumping into all kinds of nerves down there — including some pretty sensitive ones you might not know you had. Be on the lookout for signs of labor, including contractions that come on stronger, at more regular intervals, and the “bloody show.” It could happen any day now — or it might not be for a few weeks. Until then, try to relax.” The Bump.Com

Continue reading

35 week + 0 day

Shortness of breath. Baru dapat istilah ini untuk sindrom belakangan. Rasanya seperti sesak nafas dan ga nyaman kalau berbaring. Ya semacam heartburn. Sebenarnya bisa diatasi dengan relaksasi, mengambil nafas pelan-pelan dan sebagainya. Tapi entah kenapa beberapa hari pikiran saya ke mana-mana, jadi mau menenangkan diri sendiri juga susah. Akhirnya, saya memilih mencari kesibukan yang lain selain tidur.

Continue reading