Perpus PAUD Kemendikbud Senayan: Mau Baca Buku atau Main?

Ara sangat penasaran dengan perpustakaan. Diawali dari yang dia lihat di film The Peanuts Movie kesukaannya (yang diputar berulang kali). Ada satu scene yang menggambarkan Charlie Brown lagi di perpustakaan. Tiap nyampe scene itu, dia selalu tanya “Itu apa?” “Itu di mana?” Dan karena berambisi menjadikan dia seorang pembaca, saya pun semangat membawa dia melihat perpustakaan.

Masalahnya di Bogor belum ada perpustakaan yang cocok dikunjungi anak seusia Ara. Jadi mesti nunggu waktu pas ke Jakarta. Pilihannya sudah banyak dan beragam lho. Ada The Open Book, Rumah Kerinci, Rimba Baca, atau Rabbit Hole.

Nah yang bikin penasaran itu perpustakaan buat anak yang dikelola oleh instansi pemerintah. Inget kan dulu sering beredar di Facebook foto suasana perpustakaan anak di Cikini? Selain itu ada juga perpustakaan anak di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, cuma katanya areanya lebih kecil dari Cikini. Kebetulan waktu itu ada urusan di daerah Senayan, jadi dipilihlah ke sini.

Bener sih, mencarinya agak susah seperti yang sudah dituliskan Fifi Alfianto. Tapi karena baca blog Fifi itu saya jadi gak nyasar sih, langsung cari Gedung E lalu naik ke lantai 7. Hal yang berbeda mungkin liftnya ya, karena terakhir ke sana lift sudah agak lebih canggih dari yang diceritakan Fifi.

Sampai di lantai 7, tidak ada petunjuk arah menuju perpustakaan. Sampai saya bertanya-tanya, ini sebenarnya buat publik juga tidak sih? Jadi kalau dari lift ketemu meja resepsionis yang di tengah, lalu belok ke kanan.

Dan ternyata perpustakaannya masih tutup! Haha. Emang hari Jumat sih, tapi sudah jam 1. Akhirnya saya dan Ara menunggu di kursi di depannya. Berkali-kali banyak orang lalu lalang, sampai tak lama ada yang menghampiri dan bertanya, “Mau main ya? Boleh dibukain deh.”

Saya tertegun dong (((tertegun))). Main?

Dan benar saja. Begitu pintu dibuka dan kami boleh masuk, yang menarik perhatian Ara pertama kali adalah mainannya. Memang mainannya banyak, ada satu bagian lemari khusus mainan semua. Ada pretendplay perabotan rumah, balok busa, dokter-dokteran, masak-masakan, dan banyak lagi. Kurang lebih ya sama kayak mainan di rumah.

13687320_598638926981677_613793408_n

Terus pertanyaan besarnya, di manaa bukunyaaa? Ini perpustakaan lho (ceritanya gitu ya).

Karena Ara sudah lupa tujuan ke sana mau lihat-lihat buku, jadi saya yang melihat buku sendiri. Ada bagian parenting, psikologi, agama, novel, dan banyak lagi. Tapi, anehnya, tidak ada satu buku yang saya tertarik untuk baca (atau ambil dari rak pun). Buku-bukunya menurut saya terlalu out-of-date deh, terlalu kuno. Masih ada buku-buku Chicken Soup of the bla bla soul itu–ada yang masih baca? Terus di bagian parenting juga tidak ada yang menarik (Dr. Sears? Mas Bukik?). Buku anak-anak juga begitu. Kebanyakan malah buku-buku anak paperback yang tipis, jadi mau pilih susah. Yang paling menarik buat saya cuma koleksi lengkap WWP yang nostalgic.

14063628_240161896380423_756658873_n

Bisa jadi buku-buku yang “bagus” dalam artian lebih barunya disimpan di perpustakaan di Gedung A (yang katanya Fifi memang ada bagian anak tapi kecil). Tapi saya kemarin tidak cek ke sana juga.

Mungkin perpustakaan PAUD ini arahnya lebih ke main ya, makanya buku-bukunya juga tidak diperbarui. Buat saya sih kurang menarik, karena bayangan perpustakaan yaa yang banyak bukunya. Jadi agak kaget juga mainannya banyak banget.

Oh ya kenapa namanya perpustakaan PAUD? Karena di lantai 7 itu bagian yang mengurusi PAUD. Memang sih anak-anak usia PAUD itu perlu banyak bermain. Tapi harapan saya bisa mendongengi Ara siang itu lenyap sudah. Anaknya lagi berimajinasi dengan boneka dan perabotan rumah kesukaannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s