Cerita Kereta

Kereta. Sebagai penumpang setia KRL saat kuliah (dulu namanya masih KRL Pakuan Ekspress), kembalinya saya menggunakan kereta (sekarang namanya commuter line) disambut meriah setidaknya oleh tukang koran yang masih kenal saya dan masih semangat panggil-panggil nama walau saya tidak beli.

Awalnya mumet dengan keadaan stasiun kereta api Bogor yang menjadi lebih besar tapi dengan rangkaian kereta yang lebih padat penumpang. Salah satu penyebabnya mungkin karena dihapusnya KRL Ekonomi, sehingga saat ini tiap rangkaian terdiri dari penumpang KRL Ekonomi AC (yang juga dihapus dan diganti commuter line atau KCJ) dan KRL Ekonomi. Selain itu, tiket progresif yang katanya masih disubsidi itu bikin murah sehingga banyak orang beralih menggunakan kereta lagi.

Termasuk saya. Buat saya terutama masalah harga (BOG-SUD hanya 8000 PP) dan fleksibilitasnya. Karena, kalau sedang tidak bermasalah, saya bisa berangkat pukul 6.30 dari rumah (dari rumah lho ya, belum naik kereta) dan tiba di kantor 8.30. Sebelum berangkat pun masih sempat bermain dengan anak. Bayangkan jika naik bus lewat tol dalam kota (cek di sini deh buat rute), berangkat 6.30 dari rumah tidak mungkin nyampe kantor 8.30, pasti lebih! Ini saya pastikan pake banget karena jalan tol padat banget, apalagi yang apes dapat kantor di daerah yang mesti lewat tol dalam kota seperti saya (suami beruntung bisa lewat JORR yang relatif lebih lengang). Kalau mau tiba di kantor pukul 8.30, berangkat dari rumah mesti lebih pagi dong ya, dan enggak bisa main dengan anak dulu dong yaa.

Apa hidup saya hanya dihabiskan di jalan?

Atas dasar itu saya mencoret tebal-tebal pilihan jalan tol. Kecuali kereta lagi gangguan yang menyebabkan sama sekali tidak bisa berfungsi. Tapi selama ini saya bersyukur banget lho tidak ada gangguan. Sekalinya gangguan mungkin hanya antri stasiun.

IYA terkadang sepenuh ini

IYA terkadang sepenuh ini (Tribun News)

Kereta lebih padat penumpang bukannya bikin tidak nyaman? Hmm, sekarang begini: pilih nyaman atau cepat? Kalau pilih nyaman, silakan pilih bus yang bisa duduk nyaman, AC, dan tidur lama karena macet. Itu yang terkadang dicari suami saya, yang penting dia bisa tidur jadi dia pilih bus. Sementara saya lebih sering memilih akses cepat agar tidak membuang-buang waktu. Sampai kantor, kerjakan apa yang harus dikerjakan, lalu pulang langsung, jadi bisa ketemu anak dan main-main. Efisiensi. Kalau tidak, waktu yang tadinya adalah hak anak saya misalnya, jadi terbuang percuma di jalan.

Capek berdiri? Capek, dong! Inisiasinya saya selalu pakai sepatu yang nyaman dan ambil posisi berdiri yang juga nyaman. Di mana? (Ini pertanyaan satu juta dolar). Selama saya berdiri di kereta, posisi yang nyaman tidak terlalu didorong orang adalah di depan deretan bangku tapi ambil bagian tengah. Bukan di pinggir dekat pintu dan pegangan besi. Iya enak sih di pinggir bisa pegangan tanpa pegal. Tapi di situ justru jebakan betmen; begitu orang masuk langsung terdorong akhirnya ke tengah, bye bye pegangan besi. Saya pikir, kalau akhirnya terdorong ke tengah, kenapa tidak di tengah saja dari awal? Hari ini saya coba, and it’s better!

Sampai saat ini saya bersyukur dan sedikit bangga akan kinerja KCJ. Tidak sempurna, tapi kinerja mereka bisa membuat saya tiba tepat waktu dan juga pulang tepat waktu. Ada sih beberapa penumpang yang kadang malah marah-marah sama petugas karena kereta telat atau tidak berjalan, tapi menurut saya itu bukan salah mereka. Nobody’s fault. Nobody even know whose fault this is. Mungkin hanya tabiat kita yang sering menyalahkan orang tanpa berpikir.

Anyway, saya naik commuter line Bogor-Sudirman dari pukul 6.02 sampai 7.14 dan Sudirman-Bogor dari pukul 17.45 sampai 19.00. Kalau ada yang berpapasan, let’s say hi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s