38 week + 3 day

Pagi. Senin lalu sudah konsultasi ke dokter, dan saya senang janin dalam keadaan sehat. Oh, dan tekanan darah saya sudah normal lagi. AlhamduliLlah. Janin sekarang sudah 2,9 kg, naik kira-kira 400 gr dari 2 minggu yang lalu. Agak aneh, karena saya pikir saya makan agak banyak selama 2 minggu ini. Ke mana oh larinya makanan itu jika tidak ke janin?

Saat konsultasi juga dokter mengukur panggul saya. Saya sebenarnya bertanya-tanya, seperti apa sih ukur panggul itu. Apakah pakai meteran mengukur luas panggul dari luar? Tentu tidak. Dan tidak ada yang bilang sebelumnya pada saya: ukur panggul adalah PEMERIKSAAN DALAM atau VA***AL TOUCH. Ouch! Kthxbye.

Karena saya di dokter malam hari dan saya agak antusias dengan pengukuran panggul ini, saya tidak sempat bertanya atau berkata apa-apa. Jadi saya kaget luar biasa–ternyata pemeriksaan dalam seperti ini! Sebenarnya dokternya ga kasar sih, cuma kaget itu lho. Saking kagetnya saya mungkin agak menahan dan mengangkat panggul. Dokter sampai bilang untuk rileks, “Gimana nanti melahirkan?” Dan saya lupa sama sekali untuk rileks saking kagetnya.

Sebentar sih pemeriksaannya, cuma setelahnya otot-otot paha saya mendadak lemas. Samar-samar saya dengar dokter bilang kepala bayi sudah turun panggul (senang!) dan panggul saya cukup luas. Cuma sampai sekarang saya belum bisa ngerti, bisa tahu dari mana panggul saya luas kalau pemeriksaannya begitu saja, hah? Saya tanya ke teman saya yang dokter, dijelaskan sih tapi masih juga tidak mengerti, haha. Intinya, kata dokter, bisa kira-kira 99% melahirkan normal. AlhamduliLlah. Doakan ya.

Sepulangnya dari dokter, otot paha masih lemas bahkan sampai menjelang tidur. Untuk para ibu hamil, siap-siap ya kalau pengukuran panggul itu pemeriksaan dalam–jadi mesti siap-siap rileks dari rumah. Oke? Jangan kayak saya yaa. 🙂

Jadi minggu-minggu ini adalah minggu menunggu untuk saya. Menunggu kontraksi rutin, pastinya. Kalau kata dokter saya, kalau baru flek bisa jadi pembukaan masih lama. Tapi memang tergantung individu sih kalau pembukaan. Jadi saya, hmm, pakai insting mungkin yaa. Hihi.

Sekarang setiap malam sudah semakin sulit tidur. Rasanya selalu ada yang menekan ke bawah, belum lagi nyeri panggul. Jadi buat saya penting banget untuk tidur siang/sore.

Dan, kalau ada yang kasih saran untuk banyak jalan kaki ke saya, I felt like want to punch them in the face! Mereka tidak tahu rasanya nyeri girdle pelvis itu seperti apa. Saya cukup tahu diri untuk tidak tidur/duduk sepanjang hari dong, pastinya, jadi selalu diselingi entah jalan-jalan atau yoga. Tapi kalau disuruh jalan kaki saat saya sedang merasa lelah (bahkan pagi hari sering merasa lelah karena tidur baru sebentar), itu yang ingin saya lakukan. Santai saja, saya mendengar tubuh–bukannya memaksa tubuh.

Jadi yang saya lakukan dengan frekuensi sering adalah senam hamil, terutama dengan tujuan untuk pendekatan ke bidan. Di rumah sakit yang awalnya jadi rumah sakit tujuan saya melahirkan, saya merasa bidan-bidannya terlalu kaku dengan teori kedokteran/kebidanan. Saya mau coba di rumah sakit yang kedua, yang memang lebih dekat dari rumah. Semoga cocok ya. Dan semoga keburu sebelum melahirkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s