36 week + 5 day

Another shortness of breath. Tadi sore saat sedang santai tiduran sambil baca buku, menikmati hujan, tiba-tiba dada saya sesak. Biasa terjadi kalau malam hari menjelang tidur. Agak aneh, karena saya makan pun tidak terlalu banyak. Saya coba ubah-ubah posisi, akhirnya nemu posisi nyaman juga sih. Tapi setelah membaca beberapa halaman, sesaknya makin menjadi-jadi, sampai mual. Akhirnya saya ke kamar mandi, mencoba memancing apakah mau muntah–ternyata tidak.

Karena hari ini saya pun tidak ada masalah dengan asupan makanan, akhirnya saya mencoba tidur lagi. Kali ini dengan posisi yang lebih tegak dari sebelumnya. Selain merasa susah bernafas, saya juga jadi agak lemas dan pusing sehingga maunya tiduran saja. Jadi mau ga mau mesti cari posisi tiduran yang nyaman.

Posisi ini agak lebih enak. Bantal hamil saya tumpuk lalu tidur dengan agak tegak–posisi bantal menopang sampai setengah punggung, tidak hanya kepala saja. Lalu, setelah dirasa enak, saya coba praktik pernafasan dada yang diajarkan bidan di senam hamil (ada kegunaannya kan!). Sebenarnya ada dua pernafasan (dada dan perut), tapi saat sesak nafas tadi terasa lebih enak dengan pernafasan dada. Ambil nafas panjang, pelan–lalu pendek-pendek. Tergantung apa yang dibutuhkan tubuh.

Rasanya memang lebih enak. Saya akhirnya tertidur.

Hari ini memang saya banyak tidur, terutama karena di malam hari agak susah tidur. Jadi baru bisa tidur tuh pukul 8-9 pagi, saat kerjaan rumah sudah beres. Lalu bangun menjelang Dzuhur, makan, mandi, shalat, dilanjutkan aktivitas harian–bisa yoga, beres-beres, atau lainnya.

Tadi saat menjelang Dzuhur, saya terbangun dan menemukan paket handuk bayi yang saya pesan. Senangnya! Handuknya lucu, ada topi seperti hoodie, lengkap dengan mata dan telinga. Hehe. Gambarnya seperti ini. Memang pesannya di agen IKEA Singapur, agak lama. Tadinya mau titip (baca: minta dibeliin) om saya yang tinggal di Singapur. Tapi karena saya tidak bilang mau yang seperti apa, akhirnya beliau memang beliin tapi bukan yang saya mau. Yah kecewa kan, hehe. Karena sudah terlanjur pengen, akhirnya saya beli juga handuk hijau ini.

Tapi memang, menjelang kelahiran si kecil ini, rasanya kok semua pengen dibeli ya? Bukan saya saja sih, mama saya juga. Tiap weekend selalu ngajak beli keperluan bayi, padahal saya merasa sudah cukup semuanya. Yaa kecuali handuk itu, itu pengecualian karena lucu hehe. Padahal jelas saya belakangan ini sudah tidak ada pemasukan lagi karena tidak bekerja. Saking baru sadarnya, pengen langsung cari kerja. Tapi pasti ga segampang itu kan, apalagi mendekati hari-H.

Tips aja, stick to the budget plan! Saya sudah merencanakan perlengkapan bayi yang sederhana, cukup deh minimal. Tapi memang sih saya juga belum pernah punya bayi, jadi tidak tahu perlengkapan yang saya buat itu sederhana atau malah kurang. Jadi tiap mama bilang kurang ini-itu, saya oke saja karena memang tidak kepikiran. Dan akhirnya, agak over budget.

Intinya sih, biaya perlengkapan bayi harus sudah terlebih dahulu dipisahkan dari biaya melahirkan! Ini wajib, terutama untuk yang pakai biaya sendiri tanpa asuransi atau pakai sistem reimburse. Tidak mau kan sampai punya hutang menyambut kelahiran anak?

Memang tidak mudah, tapi pelan-pelan insyAllah bisa. Untuk keperluan bayi yang besar seperti boks atau tempat mandi, ini perlu dilihat urgensi dan prioritasnya. Bakal mubazir tidak? Bisa dialihkan untuk keperluan lain tidak saat bayi sudah tidak butuh lagi? Saya mesti tegas-tegas ke mama saya, karena beliau kayaknya masih keukeuh membelikan baby taffle (untuk memandikan bayi). Sementara buat saya, rak dan meja di rumah bisa dipakai untuk tempat mandi. Bukan apa-apa, mubazirnya itu lho–kan bisa untuk beli keperluan lain yang lebih berguna kalau bayi sudah besar kan.

Sekian dulu ya. Saya masih agak kesal dengan operator telepon seluler langganan yang semena-mena dengan paket langganan saya. Mencoba mendinginkan pikiran sebelum berdiskusi dengan suami mana yang lebih baik: berdebat dengan CS di telepon atau di service centre.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s