36 week + 1 day

Pagi. Senang sekali akhirnya diberi kesempatan untuk bangun pagi dan berjalan-jalan pagi di halaman lagi. Seminggu kemarin praktis saya belum berjalan-jalan pagi karena masih tidak enak badan. Tapi alhamduliLlah dilancarkan lagi untuk hari ini. Semoga sampai seterusnya.

Melanjutkan post sebelumnya, sebenarnya agak statis jadi saya bingung mau nulis apa. Hari-hari setelah dari rumah sakit yang menghebohkan satu rumah itu, saya masih diare dan muntah sesekali. Sangat tidak enak. Rasanya bahkan lebih tidak enak daripada saat trimester satu, karena di trimester itu pun saya jarang muntah. Apalagi di trimester tiga ini ditambah dengan berat janin yang makin melebar kemana-mana, sehingga membuat tidak enak badan jadi quadruple. Kata suami, mungkin masuk angin. Mungkin. Makanya, penting banget jaga kesehatan kita di trimester tiga, karena bebannya semakin agak berat.

Akhirnya saya coba memuntahkan isi perut saya, yang rupanya memang menunggu untuk dikeluarkan. Untuk urusan muntah, saya memang agak sedikit ragu-ragu, karena dulu saat masih SMA pernah menuruti keinginan perut untuk muntah-muntah selama ada mungkin satu bulan. Saat ke dokter, langsung divonis kena maag. Pesan beliau yang masih saya ingat adalah: “Kalau mau muntah, jangan selalu dituruti.” Karena berdampak pada asam lambung, atau bagaimana gitu maksudnya, agak lupa. Makanya selama satu hari saya biarkan angin dalam perut saya. Rasanya tidak enak.

Sebelum muntah, saya terbangun pagi kira-kira pukul 3 lewat. Saya shalat–sengaja memancing tubuh karena ada gerakan sujud yang sangat luar biasa manfaatnya (ceritanya menyusul yah). Salah satu manfaatnya ya bisa memutar aliran darah ke tubuh bagian atas, sambil memancing isi perut jika memang ingin dikeluarkan. Berhasil. Setelah selesai shalat, langsung kabur ke kamar mandi, muntah. Setelah itu, saya merasa sangat lebih enak badan daripada sebelumnya. Mungkin suami benar karena masuk angin.

Masalah lain di trimester tiga ini adalah sesak nafas, tepatnya shortness of breath. Agak susak bernafas tapi tidak sampai sesak sih. Apalagi menjelang tidur. Huff. Suami sudah mimpi entah ke mana, saya masih nelangsa banget tidak bisa tidur. Saya selalu membaca sebelum tidur, dengan posisi bantal agak lebih tinggi. Air minum harus tersedia selalu di samping tempat tidur. Belakangan saya gelar karpet yoga di sebelah sisi tempat tidur saya, dengan bantal hamil di ujungnya. Jadi jika memang masih susah bernafas dan sulit tidur, saya bisa turun ke karpet yoga dan melakukan entah praktek yoga, relaksasi, tidur lurus, atau hanya sekadar baca sambil duduk. Sejauh ini cukup membantu.

Tentang yoga. Sebenarnya saya bukan fans berat yoga, hanya menyukai konsep dasarnya saja. Memang ada beberapa teknik yang buat saya agak menyinggung kepercayaan. Misalnya, saat relaksasi. Relaksasi yoga yang sebenarnya bisa ke mana-mana, mainannya pikiran. Karena saya muslim, saya lebih suka relaksasi dengan cara saya sendiri seperti dzikir, doa atau surat-surat pendek. Bahkan saya lebih sering relaksasi dengan shalat, karena gerakan shalat juga luar biasa pengaruhnya untuk ibu hamil. Jadi, jangan asal ikut-ikutan yoga tapi tidak tahu batasannya ya. Cuma itu pendapat pribadi saya saja sih, hehe.

Jadi selama ini, gerakan yang saya ulang-ulang di rumah itu gerakan yoga yang saya ambil dari kelas prenatal yoga yang pernah saya ikuti sekali. Terus juga dibelikan DVD prenatal yoga sama suami, jadi bisa latihan di rumah. Tapi tidak semua gerakan yoga bisa diikuti, karena beberapa gerakan ada yang benar-benar menyebalkan (baca: susah). Cari saja gerakan yang membuat nyaman, diulang-ulang terus setiap hari. Intinya kan membuat ibu hamil senang, tenang dan nyaman. Tidak usah terpaksa.

Kalau dibandingkan dengan senam hamil, sebenarnya saya agak bingung dengan senam hamil yang tidak ada geregetnya. Buat saya pribadi sih biasa saja, karena saya biasa latihan yoga itu. Hanya saja, nilai plus senam hamil itu bisa kenalan sama bidan-bidannya, juga suasana rumah sakit biar terbiasa. Cuma sayangnya, karena sudah mau mendekati begini, saya agak susah ke rumah sakit tujuan untuk senam hamil, karena memang cukup jauh. Dan saya sudah mengurangi frekuensi pergi keluar karena memang capek dan ga boleh juga sama orang tua. Jadi cuma bisa berdoa semoga dapat kesempatan kenalan sama bidan yang baik-baik saat tiba waktunya nanti.

Untuk perlengkapan bayi, semoga sudah lengkap. Secara fisik yang besar-besar sih alhamduliLlah sudah lengkap. Hanya yang kecil-kecil seperti baju dan popok yang takut kurang. Tapi yaa sudah lah ya, kalau kurang juga tinggal beli hehe. Oh ya, kalau ada pembaca yang berniat memberi hadiah untuk si kecil saya ini, saya menerima mainan edukasi dan perlengkapan makan, ya. Hehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s