31 week + 1 day

Belakangan merasa nyeri panggul banget. Rasanya muncul tiba-tiba setelah dari Bekasi Sabtu lalu dan tidak berjalan-jalan pagi seperti biasa. Belum lagi sehari sebelumnya saya berjalan lebih lama di siang hari sampai menjelang maghrib–rasanya seperti ga kayak lagi hamil deh. Mungkin akumulasi ya, karena besok-besoknya tepar sekali.

Saking penasaran karena nyeri banget, saya googling deh. Akhirnya saya nemu link dari Bidan Kita (salah satu recommended source tentang gentle birth), dan menemukan sebuah sindrom yang bernama Pain Girdle Pelvis. Sindrom ini, setelah saya baca, ciri-cirinya PERSIS sama dengan yang saya alami selama kehamilan sejak sekitar usia kehamilan 2 bulan. Makanya saya merasa agak aneh, karena bolak-balik saya tanya orang-orang yang pernah hamil dan jarang dari mereka yang mengalami hal yang saya jelaskan.

Solusi yang ditawarkan salah satunya adalah yoga (again). Rasanya dream birth banget deh kalau melahirkan dekat dengan bu bidan pengasuh website Bidan Kita itu. Tapi yaa, jauh, di Klaten, heu.

Jadi saya hanya melakukan yang bisa saya lakukan untuk meminimalkan nyeri panggul. Misalnya, stretching sedikit-sedikit, tetap jalan pagi tapi tidak cepat-cepat, sering jongkok, sering meluruskan punggung di lantai (beralas karpet pastinya). Oh ya, tentang jalan pagi saya mau cerita sedikit. Walau hanya 15 menit full walking, berasa banget di daerah panggul. Ada beberapa hari, ketika mungkin saya sedang lelah-lelahnya, setelah jalan kaki itu langsung encok panggul saya dan hanya nemplok saja beberapa jam di tempat tidur. Dan itu ga enak banget.

Tapi yang menyenangkan dari jalan-jalan pagi itu sebenarnya ya udaranya. Udara Bogor pagi-pagi tuh enak banget, dan kayaknya saya punya feeling anakku juga suka, hehe. Jadi senang aja rasanya, kalau ga jalan-jalan tuh kayak ada yang kurang. Jalan-jalan di halaman rumah aja biar ga ribet mesti ganti baju dulu.

Oh ya, baju-baju bayi yang saya beli di online shop sudah datang lho! Dan saya puas, hehe. It feels weird, ya, pegang baju bayi yang mungil-mungil. Padahal itu untuk ukuran 3 bulan, lho. Jadi memang saya agak bingung juga sih, kalau pas lahir nanti se-mungil apa yaa? Tapi belum dikasih lihat ke keluarga, daripada heboh karena rencananya mau beli keperluan bayi setelah lebaran. Jadi mungkin setelah lebaran baru saya kasih tahu.

Kalau dihitung-hitung, akhir minggu ini sudah minggu 32 atau kalau dibulatkan 8 bulan. Jadi kurang lebih satu bulan ke depan saya sudah harus siap-siap untuk ke rumah sakit. Dan rasanya saya ga mau diribetkan dengan urusan baju bayi lagi deh bulan depan, sudah saatnya fokus ke relaksasi.

Oh ya, berat Kakak Ara terakhir USG minggu ini sudah 1.590gr lho! Bunda senang sekaliii. Apalagi karena berat badan saya malah turun 1kg. Hehe. Dan saya ga tahu ya kenapa bisa begitu. Maksudnya, saya merasa juga selama 2 minggu ini saya makan agak banyak dan lebih banyak di rumah daripada minggu-minggu sebelumnya. Katanya janin yang menyerap makanan bunda, tapi gimana bedain makanan yang diserap janin/bunda ya?

Rencananya sebelum lebaran mau cicil cloth diaper, tapi kayaknya ga bisa karena online shop uda pada tutup. Hihi. Biar tenang-tenang aja dulu sampai lebaran. Lagian cloth diaper yang saya mau agak mahal yaa, makanya mau cicil yang popok kain biasa dulu deh daripada mahal-mahal. Perlengkapan mandi dan tidur kakak bisa dicicil setelah lebaran.

Kalau sudah minggu-minggu di atas 30 ini rasanya antara deg-degan dan ga sabar ya. Ayah sampai bilang: “Ayo kamu melahirkan biar baju-bajunya bisa dipake.” Hihi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s