Private party

Saya sedang menikmati waktu sendiri. Sebenarnya takut dengan hari ini; kalau bisa di-skip dan usia saya juga tidak berubah, saya mau. Tapi ah, klise banget ya. Biasanya post tentang ulang tahun saya beri judul ‘Menjelang’, karena kebetulan saya menuliskannya saat malam sebelum hari-H. Tapi kemarin malam ada acara, pulang malam. Bahkan saya lupa tentang hari Senin kalau tidak diingatkan tunangan saya.

Setahun belakangan cukup rumit. Saya belajar banyak tentang hidup, bersosialisasi, berjuang, berpikir. Semua berperan penting dalam pembentukan karakter saya ke depannya, saya harap. Saya berharap saya akan berubah; saya berubah, setidaknya keadaan saya berubah. Selama satu tahun ini saya juga belajar mengelola keuangan, yang merupakan kehilangan terbesar saya. Ah sudahlah, sudah saya bahas juga di postingan sebelumnya.

24 adalah usia, di mana saya sudah targetkan untuk menikah sejak remaja. And I thank God, AlhamduliLlahirobbil ‘alamiin, saya akan melakukannya dengan izin ALlah. Dan karenanya, saya bersyukur luar biasa kepada-Nya. ALlah memberikan saya calon suami yang insyaALlah terbaik dari yang terbaik. Belum juga dukungan keluarga yang luar biasa, yang mengharukan karena sebentar lagi saya tidak bisa menghabiskan waktu dengan mereka sebanyak biasanya.

Pekerjaan, belum berhubungan dengan PR (seperti harapan saya tahun ini di sini). Tetapi saya berusaha mengambil hikmahnya. Seperti kata ibu saya, semua pekerjaan baik hanya bagaimana kita menyikapinya. Saya berusaha membuat diri senyaman mungkin dengan pekerjaan, sambil tetap memperbaiki diri.

Sekolah, getting worse. Saya tidak pernah membayangkan mengerjakan tesis penelitian serumit ini. Saya tahu pasti saya tidak akan menyerah. Tetapi halangan yang melintang pada tesis saya (bukan halangan diri, tapi halangan teknis), membuat saya cukup kehabisan nafas. Tesis adalah satu dari tiga fokus saya pada bulan Desember ini: pernikahan, pekerjaan, dan tesis. Dan ketiganya sangat sangat menyita waktu dan pikiran saya sampai saya tidak menyadari secara sadar bahwa hari ini tiba.

Tahun-tahun sebelumnya, ulang tahun saya merasa spesial. Tetapi tahun ini, saya merasa lelah. Seperti saya sudah lelah berjalan dari awal tahun, dan saat hari ini tiba saya hanya menoleh dan tersenyum sangat manis karena memang terasa indah. Tetapi kemudian saya berjalan kembali, dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.

Saya berterima kasih sekali kepada teman-teman yang memberikan ucapan (juga doa restu) untuk saya. Saya terharu. Semoga ALlah membalas kalian. Saya juga berterima kasih untuk kamu, yang mengingatkan dan menelepon pukul 12.05 tanggal 19 Desember 2011. Juga untuk nenek, sebagai penelepon kedua. Tahun ini bahkan kali pertama seingat saya orang tua saya melupakan tanggal ini sejak bangun tidur. Padahal pagi hari ibu saya telepon untuk menanyakan satu hal, tetapi tidak mengucapkan apa pun. Baru beberapa menit kemudian beliau menelepon lagi, diikuti dengan ayah saya menit-menit berikutnya. Pikiran kami memang sedang tersita hal-hal lain. Saya mengerti, dan saya cinta mereka karena itu.

Tepat hari sebelumnya, saya mengikuti Workshop tentang menikah. Ilmu yang saya dapat benar-benar ‘memaksa’ saya untuk berubah, jika ingin mendapatkan pernikahan yang baik. Jadi, harapan saya untuk ke depan, tidak berubah: masih ingin menjadi istri dan ibu yang berdedikasi, baik untuk Sang Khaliq maupun keluarga dan masyarakat. Karenanya, saya perlu berubah. Hei kamu, berubah yuk. 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s