Coretan Cinta

Cinta buat saya adalah sebuah kejujuran. Apa adanya, tanpa ada yang dibuat-buat dan ditutupi. Cinta juga berarti sebuah senyum; senyum bahagia atau senyum yang terbentuk untuk menutupi kesedihan (senyum saat sedih itu sikap paling mulia yang pernah ada, saya kira).

Cinta juga berarti mengalah; mengalah demi senyum.

Cinta buat saya adalah pengertian. Pengertian untuk merasa menjadi orang lain; men-jukstaposisi-kan orang lain. Cinta adalah alasan; sebuah alasan untuk menetap, atau merindu, atau meninggalkan.

Cinta adalah sebuah rasa dalam hati (butterflies in my tummy) dan air dalam mata (tears in my eyes) yang bisa terurai dalam tangis atau hanya menggenang saja. Cinta itu luas. Tidak hanya pada satu orang, tapi juga Sang Khalik, orang tua, keluarga, teman, rekan, bahkan orang-orang yang ditemui di jalan.

Cinta itu simpel. Bisa ditemukan dalam berbagai bentuk: waktu luang, lagu bahagia, cokelat. Cinta juga damai; tak tergantikan rasanya saat selesai shalat atau meng-kaji Alquran. Oh, atau dalam senyum anak kecil jalanan yang kumal.

Zaman sekarang, cinta bisa berupa mention dalam tweet atau comment dalam status/foto. Atau bisa juga berupa tag photo dari teman; walau terkadang kita tak berada dalam foto itu. Atau bisa juga reply BBM, SMS, telepon dari teman. Itu cinta, karena cinta juga berarti sebuah rasa akan sebuah awareness tentang kita oleh seorang kenalan.

Cinta itu mendengar. Mendengar dengan hati, bukan hanya telinga. Mendengar juga dengan kulit, sambil merasa. Mendengar juga dengan otak, sambil berpikir. Mendengar juga dengan mulut, sambil terdiam. Mendengar juga dengan bibir, sambil tersenyum. Mendengar juga dengan qalbu, sambil berdzikir atau istighfar.

Cinta itu manusiawi. Karena cinta membuat kita lebih menjadi manusia. Manusia yang memiliki sifat bisa bernafas, bergerak, berpikir.

Cinta kecil; seperti pasangan artis yang menikah dengan 10 kali ganti baju, tapi beberapa bulan kemudian cerai. Tetapi cinta juga bisa besar; seperti supir angkot yang hanya tersenyum melihat ongkos yang diberikan penumpang, padahal kurang.

Cinta itu cium; seperti cium ibu pada anaknya saat anaknya sedang terlelap tidur pada malam hari. Tetapi juga bisa cium Sang Khalik pada hamba-Nya saat dia tengah tersungkur menangis di sepertiga malam hari.

Cinta itu tidak kiasan, bahkan tidak mirip monyet. Cinta sebuah pembelajaran untuk menemukan yang terbaik dari yang paling baik.

Cinta itu ramah, seperti orang Indonesia. Tapi mungkin lebih seperti orang Bali yang ramah menyapa turis.

Cinta adalah sepatu flat; jujur apa adanya, tidak meninggikan, malah menyehatkan. Cinta bukan sepatu high-heels; yang meninggikan, padahal terasa sakit yang ditahan, apalagi bikin jatuh.

Cinta juga baik, seperti pramugari pesawat yang melayani penumpang dengan baik. Tapi, baik dalam cinta tidak pernah dibayar dan meminta bayaran.

Cinta adalah sabar. Bukan hanya sabar menerima cobaan, tapi juga sabar menanti seperti saat lampu merah; mau menerobos atau tidak pun sama juga akan sampai kan? Tetapi sabar tidak berarti pasrah; cinta bukan pasrah. Cinta itu jenius, pintar; tahu alasan kenapa mesti cinta dan kenapa mesti tidak cinta. Bukan asal cinta.

Maka, nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?

Advertisements

2 thoughts on “Coretan Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s