Selamat Bersarjana

Setiap tahun ada sekitar 2.900 perguruan tinggi mencetak 300.000 sarjana. Dari 300.000 itu, mungkin sebagian dari mereka sukses dalam berkarier atau wirausaha atau melanjutkan studi atau apapun yang diinginkan. Lalu, mungkin sebagian lainnya bisa jadi hanya menambah jumlah pengangguran intelektual di Indonesia yang mungkin sudah melebihi jumlah 1.000.000 jiwa. Pertanyaannya adalah, termasuk yang manakah kita?

Enough with numbers. Intinya sih, dari 4 tahun (lebih-kurang) berada di sebuah universitas dan lingkungan kampus, tidak mungkin tidak ada satu hal pun yang menjadi pembelajaran bagi masing-masing mahasiswa. Dan tidak mungkin tiap-tiap fresh graduate itu tidak berkualitas, pasti masing-masing memiliki kualitas yang berbeda-beda.

Saat saya berdiri dan duduk bersama ratusan wisudawan/wisudawati kemarin, rasanya seakan berada bersama ‘saingan-saingan’ saya. Bukan tidak mungkin banyak mereka yang lebih hebat dari saya. Dan bukan tidak mungkin, masing-masing dari kami memiliki cita-cita yang sama: tidak menjadi pengangguran intelektual.

Lalu, mungkin bukan hanya kami yang berada di ruangan itu saja. Bisa jadi, ratusan ribu wisudawan/wisudawati yang kini menjadi pengangguran intelektual pun memiliki cita-cita yang sama: tidak menjadi pengangguran intelektual. Tetapi?

Jika di the Sims, saat Sims sudah lulus dari sebuah University, dia akan memilih pekerjaan-pekerjaan yang sudah berada pada tingkat manager atau top manager. Bukan berada dari bawah lagi. Hanya beberapa tingkat di bawah top lever manager (CEO).

Mungkin karena di the Sims tidak ada tingkatan level edukasi. Jadi, kalau dianalogikan, S1 single sama saja baru ‘tahun awal’ dalam level edukasi.  Lalu, apakah jika untuk mencapai top manager sama dengan lulus S3 (dalam arti sebenarnya)? God Knows best.

Toh, bukan hanya pekerjaan yang bisa menilai kesuksesan seorang sarjana. Ada masyarakat yang menunggu kinerja para sarjana tiap tahunnya; kinerja mengabdi pada masyarakat dalam bentuk apa pun. Bahkan bisa jadi, dari sekian ratus ribu pengangguran intelektual itu, dari merekalah pelayanan masyarakat bersumber paling banyak. Volunteer, mungkin. Again, kesuksesan bukan berarti dari berapa banyak materi yang dihasilkan, kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s