Mahasiswa

What so special about a graduation ceremony?

Bagi saya, wisuda biasa saja. Apalagi karena wisuda ini terlambat terlaksana, jadi seperti ‘Here it is, finally‘ tanpa ada semangat. Mungkin yang membuat semangat karena persyaratan memakai kebaya buat saya, waktunya berkreasi mendesain model kebaya seaneh mungkin. Mungkin saya punya bakat ‘mengacaukan’ desain kebaya desainer terkenal. Haha.

Tapi karena ini kebaya pertama saya yang serius, I’m really excited!!!

Wisuda hanya sebuah upacara, ya. Kata teman saya, yang mungkin juga hanya menghibur karena saya wisuda terlambat, saya sebenarnya sudah lulus saat dinyatakan lulus skripsi. Mungkin benar. Tapi yaa rasanya jelas tetap beda jika membandingkan bila saya setengah tahun yang lalu sudah wisuda dibandingkan sekarang. Mungkin itu sebuah kekuatan upacara simbolis.

Tapi buat saya, bukan semua itu yang bermasalah. Buat saya, kehilangan status ‘mahasiswa’ yang multifungsi itu, wah, luar biasa mengecewakan. Sekarang mungkin saya masih bisa maksa menjawab ‘mahasiswa’ setiap ditanya kegiatan/pekerjaan. Tapi nanti, setidaknya setelah wisuda yang membuatnya semakin resmi, apa yang mau saya jawab ya? Di rumah saja? Kerja sama mama–karena masih beliau yang menggaji saya lebih besar? Atau, mahasiswa (lagi)? Haha.

Kalau lagi ngeles, saya biasanya jawab, “Nulis saja.” Syukur-syukur orangnya mau berhenti tanya, kalau lanjut bertanya “Nulis apa?” Nah itu dia saya tidak tahu. Nulis blog sepertinya kurang menjual.

Bukan hanya status pelarian itu saja yang hilang, tapi juga berbagai keuntungan yang didapat. Seperti, jika hendak mengkritisi sesuatu, saya punya back-up status sebagai ‘mahasiswa’. Tapi nanti, back-up status saya apa yaa? ‘Alumni Sastra Inggris ***** dan Pengamat Sastra’? Kurang menjual. Haha.

Atau di mana lagi berorganisasi tanpa intervensi? Atau kapan lagi merasakan cabut kuliah ke mall? Haha. Atau merasakan sibuknya mengatur jadwal kuliah dan jadwal aktivitas yang sejibun? Atau bahkan merasakan nikmatnya istirahat malam setelah beraktivitas akademis dan non-akademis seharian?

Kangen, sih. Tapi jelas saya, dan mungkin para pembaca, tidak ingin kembali ke masa itu. Masa lalu biarlah berlalu, sekarang kita buka lembaran baru; begitu kata saya saat saya sedang sok-sok bijak waktu masih SMA.

Dengan lepasnya status mahasiswa, saya merasa tengah melangkah menuju tingkat kehidupan yang berbeda. Dan rasanya campur aduk, antara tertarik, ingin, dan deg-deg-an. Siapa yang bisa menyangka apa yang akan terjadi di masa depan?

Untuk para calon sarjana atau sudah sarjana di seluruh nusantara dan dunia; semoga ilmu yang didapat bisa dimanfaatkan dengan cara yang paling bermanfaat.

Advertisements

8 thoughts on “Mahasiswa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s