Three Years Already!

Three years already! Terima kasih untuk kalian yang sudah mengklik, entah iseng atau serius. THANK YOU!

Tiga tahun yang lalu, saya kira-kira masih berada di semester tiga perkuliahan. Memutuskan membuat blog karena saya tidak bisa menyalurkan tulisan saya dengan jelas. Sekaligus juga karena migrasi dari blog lama di Friendster yang isinya hanya makian, keluhan tak berguna. Akhirnya, dengan semangat baru saya pun memutuskan untuk mengubah cara pandang tulisan dan membuat akun baru di wordpress, rekan setia selama tiga tahun ini.

Tetapi saya tidak bisa dibilang produktif juga membuat tulisan. Normalnya, kadang-kadang stuck. Kebanyakan blog ini berisi tentang pandangan saya mengenai berbagai hal di dunia ini. Mungkin itu yang saya dapat dari empat setengah tahun belajar pemikiran sastra; analisis semua hal sampai hal terkecil pun.

Pemikiran saya terkadang positif, terkadang mainstream, terkadang berbeda sendiri, atau bahkan terkadang kontroversial. Tapi, seperti biasa, blog ini pun hanya akan menjadi media yang mungkin bisa penting dan mungkin tidak penting. Bagaimana Anda menyikapi, itu benar-benar kebebasan Anda.

Sambil iseng, saya mencoba melihat stat selama tiga tahun ini. Terhitung, lima post yang cukup populer adalah:

  1. Bogor-Jakarta-Bogor
  2. Tentang Skripsi Sastra Inggris
  3. Seleksi Judul Thesis
  4. Tips Baca dan Begadang Sehat
  5. Fenomena Harry Potter

Hal itu wajar karena ternyata search terms yang paling sering muncul berhubungan ‘jadwal kereta bogor’, ‘skripsi sastra inggris’, dan ‘tips begadang’. Hehe.

Post pertama saya, 30 Maret 2007, berjudul Aku yang Memandang dari Dalam Lubuk Hati. Memang rencana awal pembuatan blog ini adalah agar saya bisa menuangkan tulisan surat cinta saya kepada Allah. Teringat tagline awal saya adalah ‘tengah meniti jalan-Mu’, manis sekali. Post ini saya buat dengan kadar cinta yang sangat tinggi, sambil mendengarkan lagu Alhamdulillah-nya Too Phat dan Dian Sastro. Karenanya, ada beberapa paragraf yang mengambil dari lirik mereka. Dan post ini buat saya adalah post paling indah, terkadang saya sering membaca ulang jika merindukan-Nya.

Sementara itu, post favorit saya sepanjang masa adalah Menapaki Kebenaran. Post ini merupakan post yang saya buat dengan sepenuh hati, saat saya tengah membuat tugas tulisan Sebab-Akibat dengan topik Kematian Munir, yang pada saat itu sedang hangat-hangatnya. Karena saya sedang membuat tugas tulisan, post ini pun kaya akan permainan kata-kata; terkadang saya pun tidak menyangka siapa yang menulisnya.

Akan tetapi, post favorit saya itu masih kurang kontroversial. Post saya yang paling kontroversial adalah United 93 – Ngajak Berantem Mereka!. Yaa, cukup wajar karena memang saya menulis dengan penuh emosi. Sampai tulisan ini dibuat, sudah terdapat 5 komentar yang semuanya mempermainkan agama. Bahkan terdapat 1 komentar panjang, yang sampai sekarang saya masih bertukar pikiran tentang agama dengan orang yang mengirimnya lewat email. Akan tetapi, karena berhubungan dengan agama, saya pun memutuskan untuk memberlakukan comments off, tidak ada komentar yang saya approved. Tadinya bahkan post ini mau dihapus, tapi rasa penasaran saya masih menantang. Jadi, sampai sekarang masih ada.

Sebenarnya post ini dibuat tepat setelah saya menonton film itu. Marah, kesal, sedih, semua tumpah dalam satu tulisan itu. Pelajaran utama bagi saya, usahakan tidak menulis dalam keadaan kesal. Akibatnya fatal, tulisan akan sangat sangat ‘berbunyi’.

Lanjut deh, dengan kriteria-kriteria lainnya.

Post saya yang paling panjang, dibuat pada 18 Agustus 2007, tepat setelah saya memperingati hari kemerdekaan dengan wisata ke Pulau Onrust: SUBHANALLAH – Rihlah Jiwa, Pikiran, dan Raga (Full Report>>absolutely a long post). Dan seperti judulnya, isi post ini adalah sebuah laporan perjalanan lengkap dari saat saya berangkat, tiba, sampai pulang dari Pulau Bidadari. Sekarang, saya tidak membacanya sampai akhir. Tidak habis pikir bagaimana saya dulu menulisnya. Mereka yang berkomentar, entah membacanya sampai akhir atau tidak, hehe.

Tapi memang karena saya suka sekali dengan laut, langsung norak banget waktu bepergian ke laut. Dan dulu, kalau saya norak pasti saya apresiasikan dalam tulisan. Sekarang sepertinya sudah berubah, kalau norak langsung pasang status baru.

Sementara itu, post yang paling banyak dikomentari dengan masukan yang berarti (selain post tentang skripsi) adalah A Series of Unfortunate Events: Sebuah Refleksi Ekstrinsik?. Mungkin ini versi ‘lembut’nya ketika saya menganalisis atau mereview sebuah karya seni (United 93 tadi versi kasarnya). Saya memang tidak terlalu suportif dengan karya ini, tetapi saya menyadari bahwa tulisan opini atau review yang baik adalah tulisan yang menyajikan berbagai sudut pandang. Jadi, tidak hanya melulu tentang bagaimana kita tidak menyukai sesuatu, tapi ditambah dengan sudut pandang lain. Misalnya, penulisnya. Di post ini, saya tidak menyukai cara penulisnya menceritakan cerita kejam bagi anak-anak. Tapi di sisi lain, saya juga memuji cara menulis si penulis yang masih memikirkan bahwa pembacanya adalah anak-anak.

Cover both sides, deh, intinya. Tidak melulu dari sudut pandang kita.

Post yang menurut saya paling lucu (setidaknya membuat saya malu sampai sekarang) adalah Three Times. Itu adalah cerita pengalaman paling bodoh saya yang akhirnya saya tulis di blog sebagai refleksi pribadi. Alhamdulillah sih setelah ketiga kalinya itu, saya lebih berhati-hati saat naik ojek. Post ini juga mengundang pembaca-pembaca yang numpang ketawa. Terima kasih.

Selain itu, blog ini juga pelampiasan saya saat skripsi. Wah, cukup banyak post pendek yang menuliskan tentang stress saya dalam skripsi. Karena saat stress juga saya lebih senang melampiaskan dalam bentuk tulisan. Tetapi juga untuk latihan dalam menulis skripsi, walau akhirnya malah lebih banyak menulis blog daripada skripsi. Post stress itu di antaranya Stress Tingkat Satu: Better Say It, Kangen, Stress Tingkat Dua: What?, Berjalan, sampai akhirnya sebelum sidang: It’s Complicated.

Sementara, saat tengah penat-penatnya dengan skripsi, saya pun merilis sebuah review tentang feminisme, tanpa menyertainya dalam skripsi. Post Titik Jenuh (about Feminism) saya tulis berdasarkan penilaian saya sendiri tentang feminisme, setelah berkutat dengan materi feminisme dalam skripsi selama kurang lebih tiga bulan. Tulisan ini merupakan sebuah refleksi dari pola pikir feminisme barat dengan saya sebagai muslim.

Post yang paling berkesan buat saya adalah Kecewa, karena saya menulis ini on the spot di dalam Business Centre sebuah hotel di Jeddah, saat saya tengah umroh satu tahun yang lalu. Saking banyaknya yang berada dalam otak, saya langsung menulis saat menemukan komputer. Post ini sangat berkesan juga karena apa yang saya tulis masih hangat-hangatnya berada dalam pikiran saya, belum basi. Ini salah satu poin kenapa saya menulis, untuk tidak membiarkan hal-hal yang saya pikirkan menjadi basi dan menghilang. Bahkan mungkin ketika sebuah pemikiran dijadikan sebuah tulisan, hal itu akan jauh lebih berharga.

Post saya yang ditulis dengan mengalir begitu saja adalah Berpikir, juga salah satu post favorit saya. Saya ingat, saat menulisnya saya tidak melepaskan pandangan dan pemikiran dari layar komputer. Sangat-sangat fokus. Karenanya, saat dibaca pun terasa mengalir, kan? Dari satu hal berhubungan ke hal lain, hingga akhirnya menjadi sebuah lingkaran besar dengan cabang yang banyak. Begitu salah satu cara untuk memancing keinginan menulis: tulis salah satu hal yang paling menarik, lalu pikirkan berjuta-juta hal yang berhubungan. Karenanya saya sebut dengan ‘Berpikir’, karena sepertinya bahkan tulisan itu tengah berpikir.

Pada intinya, tulisan dalam blog ini adalah semua yang berada dalam otak saya. Istilahnya, jika otak saya dibelah, mungkin isinya sama dengan isi blog ini. Karenanya saya sering berasumsi, Anda tidak akan pernah mengenal bagaimana saya sebenarnya sebelum membaca blog saya. Karena tulisan ini sangat jujur, tidak memakai topeng atau dipalsukan.

Dan selama tiga tahun ini, saya merangkai serpihan-serpihan pengalaman hidup yang akhirnya saya coba tuliskan untuk berbagi dengan para pembaca atau clickers. Semoga bermanfaat, dan semoga saya masih bisa berlanjut.

Terakhir, saya mempersembahkan post terbaru saya, yang tercetus begitu saja saat saya sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan dan memperhatikan para pengojek payung: Kisah Para Pengojek Payung. Post ini bercerita tentang sebuah imajinasi saya, bagaimana saya ketika saya berada di antara para pengojek payung; apa yang akan saya pikirkan dan katakan dengan pikiran saya yang sekarang tapi dalam posisi mereka.

Pada akhirnya, izinkan saya menuliskan: raih idemu seluas mungkin! Ide untuk menulis itu ada di mana-mana, bahkan pada objek yang menurut Anda tidak penting sekalipun. Sekali lagi, terima kasih sudah meng-klik dan membaca sampai akhir. Saya ada karena Anda pun ada.

Advertisements

6 thoughts on “Three Years Already!

  1. 3 tahun yang lalu saya ngapain ya?
    selama 3 tahun diblog ini ternyata tertinggal jejak saya didunia maya juga πŸ˜€
    btw alexa rank 5,105,556 yoi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s