Menjelang 22

Malam. Sengaja terjaga, menyambung pemikiran sendiri yang sudah terlaksana setengah saat malam tahun baru Hijriah kemarin. Dan ternyata, hidup saya selama ini masih belum ada apa-apanya dibandingkan Hindun sang mujahiddah perang Badar itu. Tapi saya menyadari, saya masih ada dan hidup sampai detik ini karena cinta-Nya masih berhembus pada saya; melalui orang-orang yang juga melimpahi saya dengan kasih sayang dari-Nya.

Dengan ditemani Madonna dengan album American Life-nya (entah mengapa sejak dahulu musik upbeat dan sedikit techno sering memberikan saya inspirasi menulis), saya tengah berpikir resolusi-resolusi yang bisa terjadi pada hari-hari mendatang. Atau yang saya usahakan untuk terjadi.

Man jadda wajada!

Satu kalimat yang sangat kuat dan menguatkan. Juga mengagumkan bagaimana kalimat itu bisa sangat berpengaruh dalam hati setiap insan manusia. Selayaknya doa yang insyaALlah terijabah.

Lautan terima kasih saya haturkan pada mereka yang masih berpikir bahwa saya ada, yang masih mengingat saya, yang tanpa disadari menjadi perantara penyampai kasih sayang dari ALlah untuk saya. Saya, yang dibandingkan dengan aktivis-aktivis dakwah lain, hanya seorang akhwat dengan pikiran-pikiran aneh yang cukup gamblang jauh bedanya dengan mereka yang tajam dan lurus pemikirannya. Saya, yang hanya bisa menulis saat membenci, mencinta, atau merasa hal apapun kepada manusia lainnya; tidak berani bertindak atau berkata langsung tanpa pikir panjang, dibandingkan dengan mereka yang berani berbuat langsung dengan berani mengambil resiko dan juga memberikan kontribusi yang berarti, setidaknya jauh lebih berarti dari hanya sebuah tulisan.

Sebenarnya malam ini menyebalkan, tidak saya tunggu-tunggu. Buat apa? Jika bertemu dengan tanggal ini membuat saya berpikir bahwa waktu ternyata masih berjalan. Dan pertanyaan yang sama selalu terngiang, apa yang sudah saya perbuat selama satu tahun ini dan apa yang akan saya perbuat ke depan?

Hidup terasa begitu lentur
Raba tekstur ciptakan gestur
Berjingkrak tidak teratur
Seperti melantur
(Balerina, ERK)

Saya belum lulus juga. Saya masih berada di rumah orang tua. Saya masih menyusahkan orang tua. Saya belum bekerja. Saya masih sendiri. Saya masih menganggur. Saya masih sering bingung jika berhubungan dengan pilihan.

Tapi, saya masih shalat. Saya masih mengaji. Saya masih beragama Islam. Itu saja sudah mencakup semua kenikmatan yang tak terhitung dari-Nya.

My deepest wish adalah bisa hijrah, dalam artian yang lebih luas. Mungkin, dengan masa-masa penuh transparansi kebenaran seperti saat ini, seringkali membuat saya penat dan sedikit tidak berminat untuk memahami lebih jauh. Entah dengan pindah negara, pindah kota, atau dalam bentuk lainnya. Asal jangan pindah agama saja.

Advertisements

One thought on “Menjelang 22

  1. Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wahai Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,

    Akhirnya tahun baru telah tiba…
    Tahun penentuan, apakah kita akan tetap jatuh terpuruk semakin jauh ke dalam kubangan kehinaan,
    Ataukah kita akan bangkit berhijrah menuju ke arah datangnya cahaya kemenangan di depan.

    Baca selengkapnya di

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/happy-new-year.html

    —————————————————–
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s