Hari Menulis-di-Perpustakaan

Tak menyangka kampus bisa seramai ini. Memang bisa dibayangkan, karena setiap awal perkuliahan akan penuh. Tapi, penuh kali ini berbeda. Mungkin karena saya bisa saja berbeda hampir empat tahun dengan mereka.

Satu yang saya rasakan saat memasuki gedung kampus, I don’t belong here. Tapi, saya harus berada di sini, mau atau tidak (bahkan ‘tidak mau’ bukan lagi sebuah pilihan), suka atau tidak.

Tempat yang membuat saya nyaman masih tidak berubah: bagian tandon perpustakaan. Jika memungkinkan, saya bisa tidak meninggalkan tempat ini. Di sini, ada sofa hitam yang nyaman, tempat saya bisa nyaman membaca atau pun menulis ini.

Terkadang, memang ada sekelompok mahasiswa di pojok kanan atau kiri; mereka tidak terlalu mengganggu. Tapi pernah mereka mengganggu, suatu saat. Entahlah, mungkin mahasiswa semester satu yang masih beradaptasi. Cerita mereka berkisar tentang teman sekelas si A dan B bla bla bla. Mendengarkan itu saja, saya kian sadar bahwa dunia saya berbeda dengan mereka.

Tapi mereka tak kunjung diam, walau saya sudah berdeham berusaha menyadarkan mereka bahwa mereka berada di perpustakaan. Tapi mereka tak kunjung diam. Akhirnya saya yang mengalah pindah tempat.

So far, tandon cukup membuat nyaman. Mungkin karena koleksi bukunya tidak banyak (buku sastra bahkan mendominasi) sehingga tidak banyak pula mahasiswa yang melirik. Sebenarnya tempat ini adalah tempat saya menghabiskan waktu selama puasa kemarin. Setidaknya, ada yang ditunggu: waktu buka. Sehingga, saat tidak ada lagi yang ditunggu seperti sekarang, cukup membosankan juga. Satu hal kecil yang membuat saya merindukan Ramadhan.

Selama di sini, saya seringkali menulis pikiran saya dalam sebuah kumpulan kertas putih tebal dengan pensil pentel merah muda (saya ingat sekali, karena bersamaan dengan dibelinya pensil ini di koperasi kampus, dimulai pula pengisian pikiran saya dalam tulisan tangan).

Tapi sebelumnya, saya sempat mengambil buku-buku yang mungkin akan menginspirasi saya saat lelah menulis. Buku-buku itu masih belum berubah sampai sekarang, yaitu: The Valkyries oleh Paulo Coelho, Rectoverso oleh Dee, dan Rumah Kaca oleh Pramoedya Ananta Toer. Ketiganya adalah buku dari penulis kegemaran saya. The Valkyries belum saya baca sepenuhnya, terkadang hanya sebagai pencarian ide saja. Rectoverso sudah saya baca, sehingga memang hanya mencari kata-kata bagus saja (highly recommended, kata-katanya saya rindukan). Kalau Rumah Kaca, sebenarnya tengah saya pinjam (dan belum selesai juga), tapi kadang jika otak memang butuh pemikiran cukup berat, saya butuh buku itu.

“And each man kills the thing he loves,
By all let this be heard,
Some do it with a bitter look,
Some with a flattering word,
The coward does it with kiss,
The brave man with a sword.”
(The Valkyries, Paulo Coelho)

Sudah setengah jam berlalu. Sedikit canggung, bingung memikirkan bagaimana orang-orang yang melihat saya berpikir. Atau mungkin itu lebih bagus? Setidaknya saya tidak tidur.

Saya tengah menunggu azan Dzuhur. Walau tidak terdengar, tapi saya kira-kira saja. Walau dalam hati tak ingin beranjak. Sedikit malas membayangkan suasana ramai di luar atau panas di masjid (setidaknya sebelum wudhu). Tapi kalau tidak, saya akan terjatuh di lubang yang sama. Ingat, ini akan menjadi semester terakhir, batin saya kerap kali.

Senin adalah hari menulis-di-perpustakaan saya. Mungkin sebelum Dzuhur, atau sesudah Ashar. Anda bisa menemui saya di situ (walau, jujur, saya tidak terlalu ingin ditemui saat berada di sini).

Sebentar lagi Dzuhur, saya hendak melanjutkan hari menuju masjid lalu kuliah. Disudahi saja tulisan ini, semoga bermanfaat.

N.B.: Tepat saat menulis, ada suara pengumuman yang kira-kira berbunyi, ‘Kepada pengunjung perpustakaan, mohon tetap tenang.’ (Saya kira ada kebakaran di luar) dan ternyata memang anjuran agar mahasiswa berdiskusi dengan tenang. AlhamduliLlah, bagian tandon kembali tenang.

“Ia cenderung untuk mencari kekuatan dalam kelainan.”
(Rumah Kaca, Pramoedya Ananta Toer)

B28092k9, dtulis ulang dari buku putih saya

Advertisements

4 thoughts on “Hari Menulis-di-Perpustakaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s