Firasat

Seminggu ini aku merasa di tubuh yang salah. Ini bukan diriku yang ingin kukenal, kuping yang tahu-tahu mendengar tiupan angin seperti memanggil nama seseorang; mata yang menangkap pola awan di langit seperti raut muka seseorang. Kemarin, aku merasa membaui wanginya di mana-mana. Hari ini, aku merasa melihat wajahnya di banyak wajah. (Recto Verso – Dee)

Aku tak pernah sanggup menuliskan simpulan terakhir. Kenyataan, pada akhirnya, adalah sesuatu yang paling ditakuti untuk dihadapi. Aku tak berani keluar. Hatiku terlalu rapuh. Bohong kalau aku kuat, bohong kalau aku tabah. Terkadang, Allah Sang Maha Memiliki Hati tak berkenan hatiku dirampas manusia.

Jangan pergi lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s