Gagal

Siapa yang bisa menentukan tolak ukur sebuah kegagalan? Misalnya, ketika orang lain berkata kita gagal, apakah diri kita sendiri merasa diri kita gagal? Jika tidak, banyak argumentasi yang bisa dikatakan tentang mengapa kita tidak merasa gagal sedang orang lain menilai kita gagal.

Rekan-rekan saya berkata tentang ‘semoga diberikan yang terbaik‘. Itu sebuah ungkapan yang demokratis. Karena yang terbaik pun sama relatifnya dengan gagal. Siapa yang bisa menentukan tolak ukur sebuah yang terbaik? Saya, Anda, orang tua saya, orang tua Anda, rekan-rekan saya, rekan-rekan Anda; masing-masing memiliki tolak ukur sendiri tentang sebuah keberhasilan dan kegagalan.

Tapi, jelas, bukan berarti kita hidup sendiri saja karena toh kegagalan dan keberhasilan itu relatif; jadi suka-suka saya. Hm, kalau begitu, berarti Anda tidak siap untuk hidup bersosialisasi. Cukup diam saja di rumah atau tempat aktivitas Anda sehari-hari, lalu lakukan setiap hal yang Anda sukai tanpa mempedulikan orang lain.

Benar memang, jika tidak memperhatikan pendapat orang lain, Anda akan mendapatkan yang diri Anda inginkan. Tetapi, tanpa disadari, orang lain (dalam hal ini orang-orang di sekitar Anda yang mengenal Anda) merupakan sebuah refleksi dari Anda pribadi. Terkadang Anda tak bisa atau tak berniat melihat kelemahan Anda, tapi mereka bisa. Juga terkadang Anda tak sadar bahwa Anda memiliki bakat terpendam, tapi mereka sadar.

Relativitas juga menentukan kadar kedewasaan seorang insan manusia. Seberapa dewasa dia dalam memilah dan memilih komentar orang-orang di sekitarnya? Karena bahkan di antara komentar-komentar itu, ada yang terkadang menjatuhkan dan ada yang membangkitkan. Lalu, seberapa dewasa dia dalam menyikapi komentar orang-orang di sekitarnya?

Tambahan lagi, dewasa atau tidaknya kita juga relatif. Mungkin kita beranggapan bahwa kita sudah cukup dewasa untuk menjalani hidup, tapi bisa jadi orang lain berpendapat kita belum dewasa.

Advertisements

3 thoughts on “Gagal

  1. uniquecha says:

    Klo menurut gue ya Sri..
    Yang jelas jangan berdiri atas pendapat orang lain. Whatever people says about me.
    Bukannya tidak menerima pendapat atau tanggapan mereka tentang gue atau ga mw bersosialisasi. Tp gue berusaha menjadi diri gue sendiri entah itu gagal atau sukses, atau dewasa, atau tidak. Yang penting it’s ME.. Kalo terus-terusan mengikuti pendapat orang lain, bisa2 gila deh.. Karna seperti yang u bilang, semua itu RELATIVE..
    Kalau misalkan menurut gue, gue udah melakukan yang terbaik, who cares sama pendapat orang..
    Just my opinion ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s