Blackberry Stole My Friend(s)

Ingat benda itu kan? Blackberry. Saya menyebutnya teknologi yang menggantikan laptop. Atau setidaknya, beberapa peran laptop. Hm. Sebenarnya, saya termasuk orang yang mendukung teknologi. Hanya saja, untuk teknologi yang satu ini, saya sedikit berpikiran negatif.

P.S.: saya kok nulis ini jadi sedikit was-was ya, muncul perasaan kalau pihak Blackberry atau juga rekan-rekan pengguna blackberry bakal menyeret saya ke pengadilan karena  pencorengan nama baik. Haha.

Oke. Sebenarnya, kali pertama saya mendengar blackberry masuk ke Indonesia, oke-oke saja. Waw, keren, itu reaksi pertama saya dan tertarik untuk merencakan pembelian. Tapi, saat blackberry sudah beredar di teman-teman saya dan bahkan sahabat-sahabat saya, asumsi pun berubah.

Just the thing. Misalnya saat kami sedang bersama dan saya sedang berbicara pada mereka. Saat menoleh lagi, ternyata mereka sedang asyik dengan blackberry-nya! Dan saya mengerti, karena saat saya menggunakan benda itu saya juga mengacuhkan mereka dan giliran mereka yang kesal. Blackberry stole my friends.

Atau, dengan update-nya mereka tentang status-status teman-teman lainnya di facebook. Misalnya, ‘Gila ya dia uda balik aja.’ ‘Irgh nyebelin banget sih, kan gue tulis status itu trus dia komen gini…’ ‘Eh nih si A komen foto kita, loe bales komen deh.’

Hm. No wonder saya stress, ya.

Mungkin dari Anda para pembaca akan berpikir jika memang teman-teman saya pengguna blackberry, kenapa saya tidak ikut menggunakan juga seperti mereka. Jadi tidak ada lagi pengacuhan, semua sibuk dengan blackberry-nya.

Satu hal saja, blackberry is fads. Kata dosen pembimbing saya (eh tumben baekan), fads itu termasuk benda-benda yang digemari dalam kurun waktu yang pendek. Sedikit setuju dengan diskusi saya bersama seorang rekan wartawan, orang Indonesia kan umumnya begitu: penggemar fads. Ya memang bukan sesuatu yang negatif, tapi bisa berdampak negatif.

Dengan blackberry, mulai muncul sifat narcissism kita. Atau bukan mulai muncul ya, karena memang sudah ada dari dulu. Mungkin, mulai meninggi. It’s all about ourselves. Setiap hari online di YM, cek facebook, upload photos, voice note. Atau jalan-jalan ke suatu tempat hanya untuk berfoto-foto dan diupload. Lalu, saat bangun setiap hari, kita berpikir ‘status apa ya yang pas buat di facebook‘, ‘foto apa ya buat di YM.’

Haha. Maaf sebenarnya tidak ada maksud apa-apa. Hanya saja, ingin memperlihatkan blackberry dari angle lain. Terkadang narcissism dibutuhkan, tapi apa tidak bosan ya lama-lama?

Seorang tante saya yang juga pengguna blackberry misalnya. Facebook-nya selalu penuh dengan status-status tentang perasaannya, keberadaannya di mana. Tapi, ada statusnya yang mengganggu saya. Dia katakan (secara garis besar) bahwa minggu depan baby sitter-nya tidak ada, jadi dia harus membawa anaknya kemana saja dia pergi selama 10 hari dan dia tidak suka itu. Gosh. No hessitate-kah menuliskan itu di tempat orang-orang bisa membacanya? Jika memang tidak suka menjadi ibu, simpan saja dalam hati. Jangan membuat keponakan Anda menganalisis Anda seperti ini. Terkadang narcissism memusnahkan harga diri. No offence.

Sekali lagi, tidak bermaksud membuat review tentang baik atau tidak baiknya menggunakan blackberry. Bagi Anda yang sudah atau berniat menggunakan blackberry, silakan. Hanya memberikan sebuah pandangan lain tentang benda itu.

Kalau kata salah seorang rekan saya: blackberry gitu-gitu aja, lebih keren iphone. Let’s see.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s