The Craziest Drivers I’ve Ever Met

Setelah tiga kali berbaring di jalan raya accidentally, saya yang tadinya adalah seorang speed freak, sekarang harus merasakan trauma yang mendalam. Serius, jadi kayak nenek-nenek; mobil ngebut dikit, mobil menyalip dikit uda sperti apa gitu rasanya.

Dan secara saya sudah PP Bogor-Jakarta, rasanya saya sering bertemu dengan beberapa orang yang membawa kendaraannya dengan… wow. Jadi, berdasarkan pandangan pribadi, dan lebih karena trauma; here is a list of top 5 the craziest drivers I’ve ever met. (count down)

5. Supir Akh Iqbal. Mungkin karena saya duduk di depan, dan ini sebuah pelajaran pertama bagi saya: jangan pernah duduk di depan dengan seorang pengemudi yang tidak dikenal. Jadi keadaannya adalah di jalan tol jagorawi. Karena saya terbiasa dengan mobil yang adem ayem di jalan tol, jadi lumayan shock saat berhadapan dengan mobil yang salip kanan-kiri. Dalam kecepatan yang tak biasa pula. Whoa.

4. Tukang Ojek Terminal. Berhadapan dengan tukang ojek ini, serasa melihat refleksi diri saya yang dulu. Seakan dikejar waktu, dia mengendarai motor kayak belut; salip kanan-kiri. Aduh, tak tahukah peraturan motor lebih baik di sebelah kiri? Saat macet, bukannya menunggu selayaknya anak baik-baik, tapi beliau malah mencari celah di antara mobil-mobil. Oh, snap! Bukan itu yang saya butuhkan setelah berpikir seharian penuh ini…

3. Ardi. Mati gaya saya kalau sudah dibonceng adik saya ini. Uda pake motor Satria (tahu kan gimana posisi tempat duduk bagian belakang motor?), jalan pun tak bisa santai. Dari rumah ke stasiun, yang normalnya bisa ditempuh kurang lebih 10 menit, dengan Ardi bisa ditempuh dengan kurang dari 5 menit. Makk. Satu hal yang pasti: harus pakai jaket, kacamata hitam, saputangan penutup muka; biar terlihat cool. Padahal di dalam hati melonjak-lonjak tak karuan. Tapi dia masih sedikit beradab-lah dari tukang ojek terminal itu. Misalnya kalau macet, ya nunggu, ga maen nyelip-nyelip di antara mobil. Yah, mungkin karena tahu diri juga sih enggak bakal muat, haha.

2. Rekan saya, Arief Hidayat. Oke, begini kondisinya yang tak bisa saya lupakan. Saat itu kebetulan saya duduk di belakang kursi pengemudi; jadi di sebelah kanan. Dan saat itu malam hari, di sebuah jalan raya sukabumi. Oke, memang diburu waktu dan mobil pun melaju kencang, terarah, dan sering mendahului. Tapi, yang saya ingat hanyalah: bus, truk, bus, truk, bus, truk… Semua lewat di sebelah kanan saya. Dan karena waktu itu kaca dibuka, jadi hembusan angin yang dilewati bus dan truk itu terasa. Dan masih terasa, jika diingat-ingat. Ya ALlah. ALlah yang Tahu benar bagaimana keadaan saya saat itu. Tapi yaa, saya masih sok-sok cool sih di mobil. Namun trauma itu rasanya, masih ada sampai sekarang. Wah. Really. Really.

1. Supir 102. Jangan disebut, jangan dibahas. Uda deh, kalau berurusan dengan mereka; siapapun supirnya; berarti berurusan dengan ngebut. Ampuunnn… Waktu itu saya pernah nekad mengiyakan ajakan teman untuk duduk di bagian depan 102. Dan hasilnya, seperti naik roller coaster. Atau lebih buruk dari itu. Apalagi kalau uda di bagian Radio Dalam. Whoaa, mereka tidak takut dengan mobil-mobil mewah yang mereka lewati. Parahnya, rute 102 terbilang panjaaanggg; jadi rasa tegang ini bersemayam dengan panjaaanggg. Enaknya, sepanjang rute banyak yang bisa dilihat. Haha. Sebenarnya, walau supirnya sangat gila, saya senang dengan rute panjangnya yang seringkali jadi tempat saya mencari ide. Dengan berpikir mencari ide, tegang pun sedikit hilang. Tapi, WHOA, they are still freak!

Hanya sebagai referensi. Berhati-hatilah sewaktu mengemudi atau saat berada di jalan.

Advertisements

4 thoughts on “The Craziest Drivers I’ve Ever Met

  1. haha, apaan nih supir ane disebut-sebut, msti izin dlu ke yg bersangkutan. Tp prasaan biasa aja dah, untung masuk no. 5

    Klo ngliat dari yang disebutin, brati kmungkinan besar nt blum prnah disupirin akh urvan nih

  2. Hihihi, belum pernah mencoba legenda hidup MT sih (Urfan).
    Cobalah disupirin sama dia, niscaya kau tidak akan pernah mau naik mobil lagi seumur hidup. Lebih baik jalan kaki 😀

    @Urfan : Piss ya, skalian gw promosiin lo nih, mungkin ada promotor balap mobil yang baca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s