Menulis ala Hemingway

Seorang penulis pemenang nobel sastra asal Amerika, Ernest Hemingway, menulis dengan gaya yang berbeda dari penulis lainnya. Gaya menulis beliau adalah singkat dan menuju langsung ke sasaran. Memang, sebelum menjadi penulis, beliau sempat menjadi seorang jurnalis. Dan yang terpenting, beliau seringkali tidak menjelaskan secara detil suasana di dalam ceritanya: membiarkan para pembaca membayangkan sesuai bayangannya masing-masing.

Bukan saya banget, sebenarnya. Tapi kali ini, saya ingin mencoba menulis seperti beliau. Berikut adalah sebuah penggalan kisah nyata; dengan nama dan tempat yang dirahasiakan.

Sudah tengah malam ketika wanita itu tiba di kota yang dituju. Walau suasana sepi, dia memutuskan untuk pulang sendiri.

Saat tiba di daerah rumahnya, suasana lebih sepi lagi. Dia masih berani, pada awalnya. Tapi, begitu melihat jalan setapak menuju perumahan gelap, dia menghentikan langkah. Tangannya meraih ponsel, minta jemput. Sambil menunggu, dia berdiri di tepi jalan; dekat satu-satunya lampu yang masih menyala.

Tiba-tiba, seorang pria muncul dari seberang jalan. Wanita itu terkejut mendengar pria itu bertepuk tangan memanggilnya. Dia yakin tidak mengenalnya. Seraya mengacungkan jari tengahnya, wanita itu menelepon salah satu rekannya. Sementara, pria itu mulai menyeberang lalu berjalan ke arahnya.

Pria itu sudah di hadapannya, mengajaknya bicara. Wanita itu menjawab tegas dan mulai sibuk berbicara dengan rekannya di telepon. Dalam hati dia masih berdoa agar jemputan cepat tiba.

Pria itu pergi tapi masih menengok ke belakang. Dia berhenti, lalu berjalan kembali ke arah wanita itu. Dia masih mengajak wanita itu bicara, yang dijawab dengan ketus.

Panik, wanita itu mulai mencoba fokus bicara di telepon; gagal. Kemudian terlihat sinar lampu motor di ujung jalan. Saat itu dia tahu jemputan sudah tiba.

Pria itu mengikuti, pada awalnya. Tapi, saat melihat wanita itu menaiki motor yang di depannya duduk seorang pria, dia pun berhenti.

Wanita itu belajar satu hal: tidak akan pulang malam lagi.

Kurang pantas. Tanpa detil, terasa hampa.

Advertisements

4 thoughts on “Menulis ala Hemingway

  1. nice post. Emang gayanya: mulai dengan kata-kata pendek, menggambarkan, dan hidup. tapi kadang mengerikan seperti short story nya Macomber… ngeri bacanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s