Belajar…

Pusing, lelah. Sudah menjadi makanan sehari-hari sejak memutuskan untuk tidak membayar sewa rumah kos lagi. Toh, banyak yang bisa dipelajari sepanjang perjalanan. Tapi, pastinya, otak memiliki kemampuan yang terbatas. Hari-hari belakangan, saya berangkat menjelang Dzuhur dan tiba di rumah menjelang tengah malam. Begitu selalu, rutinitas yang terjadi tak berubah. Saya pun sering tidak tidur sampai subuh; yang membuat di hari-hari berikutnya saya terlelap seperti mati [serius; alarm dan suara orang tidak mempan membangunkan saya].

Sebelumnya, setiap kuliah, mengingat jarak dan keyakinan saya bahwa saya bisa mengejar ketinggalan mata kuliah itu; saya seringkali menitipkan absen. Sehingga, banyak juga mengambil hari libur dadakan. Tapi, menjelang UAS seperti sekarang, saya sedang tidak ingin main-main; lebih mau serius. Yang mengejutkan, saat mencoba mendata tugas-tugas yang belum saya kerjakan; hampir memenuhi kertas A4 itu. Ouch!

Misalnya, salah satu mata kuliah saya, yang sebenarnya menyenangkan; tapi entah mengapa, dijadikan 2SKS membuat mata kuliah ini terkesan terburu-buru. Advertising; seakan otak saya bisa menyerap cepat bahan-bahan yang kebanyakan teori. Ujungnya, saat UAS, kami diharuskan mengumpulkan: 1) Storyline iklan produk, 2) Storyboard iklan produk, lengkap dengan keterangan lirik jingle (berhubung iklan saya jingle-based), 3) Print-ad, 4) Script radio. Dan itu semua harus sudah rampung pada 4 Februari 2008.

Nice.

Seakan menambah penderitaan, tugas yang tadinya menjadi tugas kelompok itu akhirnya dicerai-beraikan oleh dosen. Dengan alasan, kelompok kami tidak kohesif. Iya, sedikit maklum. Orang-orang di dalamnya sungguh sangat sibuk dengan kegiatan-kegiatan sehari-harinya. Bagi saya, mengerjakan sendiri memang lebih menyenangkan. Secara ini lebih ke sebuah ide kreatif. Dan untuk ide-ide yang dikejar waktu singkat untuk tugas seperti ini, sepertinya tidak dibutuhkan lebih banyak waktu untuk brainstorming antar sesama anggota kelompok.

Pada akhirnya diskusi pun terlaksana antara saya dengan sang dosen. Dosen merupakan seorang wanita muda yang modis, kreatif, tampil beda; tipe orang advertising banget, deh. Beliau sebenarnya enak diajak berdiskusi; rela meluangkan waktunya untuk berdiskusi.

Tetapi, sepertinya kami memiliki aliran inspirasi yang berbeda. Saya lebih suka sebuah iklan yang singkat, elegan, membuat orang penasaran, dan terlihat ekslusif, yang membuat target market ingin mencobanya. Bagi saya itu cukup. Tapi, beliau ingin sesuatu yang berbeda lagi. Dan akhirnya, tersampaikanlah niat beliau yang ingin menjadikan iklan saya sebagai sebuah iklan story-based yang rumit.

Karena diskusi tak kunjung selesai, akhirnya saya masih tertahan di bagian storyline draft. Itu juga baru draft, yang nantinya akan dipilih lagi menjadi storyline untuk UAS.

Oke. Sebenarnya, saya oke-oke saja dengan pendapat beliau. Memang, yang diutarakannya sangat menarik. Tapi, yang mengembangkan tetap saya kan? Dan, apakah mencari ide itu semudah bernafas? Argh. Terakhir kali saya mencari ide, sepanjang malam sampai subuh; ide baru datang pukul 04.10 pagi.

Belum juga dari mata kuliah lainnya. Saya perhatikan, saya mengambil SKS lebih banyak daripada mahasiswa manapun (hiperbolis, sebenarnya). Tapi, serius, memang saya mengambil jatah 22SKS dari 23SKS. See? Buat pelajaran saja, jangan dipaksakan jika tidak ingin stress seperti saya.

Di beberapa post sebelumnya, saya pernah menuliskan bahwa saya tidak mudah stress. Itu oke, jika memang bisa berbagi. Tapi ini, memangnya ada yang mau bersedia menjadi tempat berbagi tugas? Dan ketika mengerjakan tugas bertumpuk dalam satu waktu, that makes me crazy.

Itu kemudian ditambah dengan amanah besar di rohis kampus; yang semakin membimbangkan hati. Karena jika dibiarkan saja, maka yang telantar adalah umat. Tapi, jika tugas kuliah yang dibiarkan, maka yang telantar adalah… hati nurani saya yang merasa GAGAL dalam manajemen waktu.

Karenanya, saya hanya menghimbau bagi orang-orang yang mengenal saya. Maaf jika cukup sulit membuat saya terfokus pada sesuatu akhir-akhir ini. Maaf jika cukup sulit mengatur saya. Hanya saja, saya percaya, bahwa jika saya tidak mengenal jihad atau bersungguh-sungguh dalam Islam, then one more minute, I’ll be insane.

Advertisements

One thought on “Belajar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s