Today, 1429 H

Lebaran. Arti lebaran bagi saya adalah nikmatnya shalat ‘Ied dengan mata mengantuk karena semalaman tidak tidur. Mengapa berarti? Karena bagi saya, mata yang mengantuk itu ibarat membawa sebuah kenangan dari Ramadhan. Ha. Filosofi yang simpel, tapi berarti. Ditambah, dengan rasa kantuk sambil shalat di lapangan dengan suasana yang dingin… Beuh, mantap.

Setelah itu, bersalaman dengan keluarga dan tetangga-tetangga; berhubung tidak ada keluarga yang tinggal dekat rumah. Entah mengapa, nuansa hari itu adalah PUTIH. Hmm. Tahun lalu, saya masih berani pakai mukena warna ungu; di antara mukena-mukena putih lainnya. Sekarang? Terima kasih. Karena, putih juga berarti suci. Ingat iklan TELKOM yang menampilkan murid esde hanya memperlihatkan kertas putih kosong untuk menggambarkan suasana lebaran? Yah, seperti itu.

Tapi sahabat, mau tahu tidak apa yang saya lakukan setelah itu? Tidur. Haha. Serius. Karena biasanya saya dan keluarga janjian bertemu di tempat nenek sekitar pukul 09.00. Dari selesai shalat dan makan sampai pukul 09.00, saya biasa memanfaatkan untuk tidur. Jadi, saat bertemu saudara-saudara yang lainnya, saya sedikit segar. Tapi bohong ding, tetap saja ngantuk.

Dan, bertemu dengan keluarga besar adalah hal berikutnya. Saya merindukan nenek, om, tante, uwa, dan sepupu-sepupu kecil saya. Khusus untuk yang terakhir, hari ini saya menghabiskan banyak waktu bersama dengan mereka…

Jadi begini. Kebetulan tahun ini adalah giliran nenek saya di Bogor yang menjadi tuan rumah halal bihalal keluarga besar. Jadilah, kita semua repot mempersiapkan semuanya. Ups, tidak ‘kita semua’ juga sih. Saya cuma sponsor, paling yang menghabiskan brownies. Haha. Tapi serius lho, entah mengapa, brownies di depan mata sudah tinggal sedikit menjelang Dzuhur.

Tapi, janji ketemu pada tahun ini adalah pukul 16.00. Jeng, jeng. Kebayang dong, saya menunggu kedatangan keluarga besar di rumah nenek sejak pukul 10.00. Hiks. Itu cuma dibekali dengan buku materi skripsi; yang akhirnya tidak dibaca juga. Akhirnya, saya pun tidur lagi sampai menjelang Dzuhur. Selepas Dzuhur, lumayan, sepupu-sepupu kecil mulai berdatangan. Tak bosan lagi.

Lucunya, selama acara, saya dan sepupu-sepupu numpuk di ruangan belakangan rumah nenek. Maksudnya, setelah bersalaman dengan keluarga yang datang, kami pun langsung menuju ke ruang belakang. Entah mengapa, pada hobi aja. Padahal itu ruangan panas luar biasa… Jadi, ruang itu menjadi saksi bisu kami ber-sembilan. Dan dari sembilan orang itu….tidak ada yang normal hari ini, termasuk saya. Ada yang main perang-perangan pakai bantal kursi, teriak-teriak kalau lihat gambar seram di komputer, nyetel lagu-lagu metal (berhubung di ruang belakang, jadi orang-orang yang datang tidak terganggu), rebutan buka friendster, rebutan es krim, ampe rebutan PSP (kok jadi rebutan semua bgini sih). Terutama yang terakhir, itu dari yang paling kecil ampe yang paling gede pada kejar-kejaran rebutan PSP…

Sebenarnya sih saya awalnya paling anteng, sok-sok dewasa berhubung paling tua kedua. Tapi, begitu udara mulai memanas dan tingkat stress mulai meninggi, baru deh ikutan ramai. Sesekali menengok ke dalam, menyapa saudara-saudara yang ada. Tapi setelah itu, langsung ke belakang lagi. Haha.

Lebaran saya aneh, ya? Hihi. Terlebih lagi, keluarga saya tidak mengenal adanya pembagian amplop lebaran. Jadi, seringkali iri ama teman-teman yang dapat amplop. Hiks. Paling ada dulu banget pas saya esempe; itu juga dbagiin koin 500an tergantung jumlah hari puasa. Haha.

Tapi, aktivitas bersama anak-anak itu dihabiskan sampai pukul 21.00. Argh. Ternyata, selepas Maghrib, setelah sebagian besar orang sudah pulang, beberapa keluarga masih bertahan untuk ngobrol-ngobrol. Dan ternyata, ngobrol-ngobrol itu ampe dua jam! Argh. Kembalii bersemayam di ruang belakang. Tapi sedikit heran sih dengan enam saudara sepupu saya itu (karena saya dan sepupu yang paling tua sudah bosan setengah mati di belakang). Saat saya bolak-balik ke depan dan belakang untuk mencari suasana, mereka masiih saja betah mendekam. Maen, pastinya. Ada tiga kelompok: kelompok komputer, kelompok laptop, kelompok PSP. Dasar anak-anak…

Yah. Begitulah lebaran saya. Suatu saat saya pernah berceletuk pada sepupu yang paling tua, “Aa, ini lagi lebaran ya? Kok enggak kerasa yah…” Saya bersyukur, tahun depan bukan menjadi tuan rumah.

Advertisements

5 thoughts on “Today, 1429 H

  1. aden says:

    Begitulah kisah hidup manusia.. Ada banyak cara memaknai kembali ke fitri. Sayapun sering tidur ketika beban hidup sgt berat. Begitu bangun semua jadi plong.lega rasanya perasaan ini. tapi klo lebaran tidur???sy blom pernah tuh abiz agenda silaturahim banyak banget. Klo tidur gak kebagian angpau dunkz??? (mumpung blom nikah n kerja)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s