Lelah

Mencapai puncak kebosanan. Lelah. Lelah dengan aktivitas sehari-hari. Tenaga dan pikiran dikuras habis, sampai hampir tidak bertenaga hanya untuk menaiki tempat tidur di malam hari.

Kuliah… Kerja… Nyata semua. Hanya agar saya bisa memberikan kontribusi yang cukup bagi bangsa sebelum memberikan kontribusi bagi keluarga saya nantinya. Ah, klise yah: ‘kontribusi bagi bangsa’. Ibu Pertiwi sudah rusak, dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Hati-hati saja, entah siapa oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Mungkin Anda, atau saya.

Ibu, kami tetap cinta.. Putramu yang setia.
Menjaga harta pusaka, untuk nusa dan bangsa.

(Ibu Pertiwi – lagu yang artinya saya cari tahu ke semua orang, sampai saya dapatkan dari kakek saya)

Advertisements

2 thoughts on “Lelah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s