Ned Kelly – a Tribute to Heath Ledger

nedkelly.jpgIt’s obviously a true story.

Film ini menceritakan tentang seorang sosok bernama Ned Kelly. Pada awal film, saat penonton masih dibingungkan oleh siapa dia sebenarnya, film ini sudah menggambarkan bagaimana kuat dan beraninya Ned Kelly. Saya, yang memang notabene menyukai tipe-tipe pemberontak, langsung tertarik melihat scene awal film ini yang memperlihatkan pemberontakan Ned Kelly.

Bertempat di kota Victoria, Australia sekitar abad ke-18. Ned juga merupakan anak dari Red Kelly, yang tidak terlalu dijelaskan dalam film. Belakangan saya baca, ayahnya menjadi seorang tahanan dan mati. Ned tinggal bersama dengan ibu, adik laki-lakinya (Dan), dan adik-adik perempuannya. Bersama dengan Dan, Ned dan dua orang lainnya: Steve dan Joe, membentuk sebuah geng. Empat orang ini menjadi incaran polisi Victoria.

Konflik dimulai saat seorang polisi bernama Fitzpatrick menggoda adik perempuan Ned, Kate. Ketika Fitzpatrick mengunjungi rumah mereka dan memaksa masuk untuk menemui Kate, tak sengaja Dan memukulnya. Fitzpatrick pun melapor ke rekan-rekan polisinya bahwa dia hampir dibunuh oleh Ned; juga sebagai fitnah yang disebar untuk Ned yang sangat dibencinya.

Fitnah pun menyebar, sebagaimana polisi Victoria yang sangat berkuasa, publik pun termakan omongan mereka yang menyumbar bahwa Ned adalah seorang yang berbahaya. Seketika, Ned dan tiga rekannya menjadi buron. Dalam pengejaran, mereka tak sengaja membunuh tiga orang polisi.

Hal ini yang membuat saya terkesan. Saya kira, membunuh polisi merupakan hal yang sewajarnya bagi buronan; demi menyelamatkan nyawa mereka, terutama. Tapi ternyata berubah drastis melihat karakter Ned Kelly. Ned digambarkan sebagai orang yang tidak dengan gampang saja membunuh orang. Misalnya, ada scene di mana dia telah menembak seorang polisi (nomor tiga), dan polisi itu kini terbaring sekarat. Kata-kata Ned yang masih saya ingat seperti ini, “Aku sudah katakan untuk jangan lari supaya aku tidak menembakmu. Tapi kenapa kamu lari sehingga aku menembakmu?” Ned berkata begitu sambil berjalan mondar-mandir merasa tidak enak dengan korbannya.

Penjahat biasa tidak akan mengatakan hal seperti itu. Clearly, dia bukan penjahat biasa.


Tapi, polisi Victoria tidak berpendapat sama. Oke, now I could say, publik Victoria. Ned dan gengnya kini dihargai 2000 pound. Bahkan ratu pun (karena Australia masih jajahan Inggris) sampai berkata bahwa siapa pun berhak untuk menembak Ned tanpa pertanyaan jika bertemu dengannya. Dan ini karena apa? Karena besarnya pengaruh polisi Victoria, tak peduli benar atau tidak.

Akhirnya sampai pada Ned dan gengnya memutuskan untuk merampok bank. Di sini, ada act lucu di mana Ned dan gengnya bertemu dengan keluarga pejabat bank yang masih bersama anak-anaknya. Wah, Ned said friendly, “Hello, children,” sambil menyembunyikan pistolnya. Ternyata benar, anak-anak sanggup melemahkan hati penjahat mana pun.

Ned merampok uang sbanyak 2000 pound saja; sebesar yang akan diberikan polisi Victoria. Pada akhirnya, uang itu pun dibagi-bagikan kepada teman-teman mereka yang lain, yang masih berpihak pada mereka. Ngomong-ngomong tentang teman-teman, polisi Victoria menahan teman-teman Ned tanpa diadili.

Tapi, seorang sahabat Joe, Aaron Sherritt, ternyata mengkhianati mereka. Mereka akhirnya mengetahui ketika mereka menjebak Joe dengan mengatakan bahwa mereka akan pergi merampok bank di sebuah kota. Paginya, Ned dan Joe melihat dengan mata kepala mereka bahwa serombongan polisi beramai-ramai menuju kota itu. Joe tidak percaya akan apa yang telah sahabatnya lakukan, tapi akhirnya pada malam hari, Joe mendatangi Aaron dan menembaknya mati.

Pada akhirnya, mereka sampai di sebuah kota bernama Glenrowan. Mereka mengetahui bahwa akan lewat satu rangkaian kereta penuh pasukan polisi Victoria yang akan menemui mereka. Jumlah mereka ratusan, bahkan lebih. Rencana mereka adalah, merusak rel kereta di Glenrowan sehingga kereta polisi itu pun hancur. Rencana yang matang, saya kira.

Tapi malah rencana itu yang hancur. Selang beberapa saat, saat Ned dan gengnya tengah berpesta dengan penduduk sekitar (jelas mereka tenang karena kereta akan hancur), Joe menemukan bahwa seorang guru bernama Thomas Curnow tidak berada di tempatnya. Setelah dicari, ternyata dia menghentikan kereta itu. Kepanikan pun terjadi, karena sekarang ratusan polisi itu sedang menuju kota berkat informasi guru itu.

Inilah bagian dénouement (resolution) film ini. Bukan sebuah resolution yang bagus, memang. Saat itu gelap gulita, hanya ada sedikit cahaya dari bulan, saya kira. Ned pun berteriak kepada polisi-polisi yang sudah mengepung di depan bar bahwa mereka akan mengeluarkan wanita dan anak-anak dahulu. Kemudian, keluarlah wanita dan anak-anak. Ada pertimbangan dari polisi tentang apakah mereka memang benar wanita dan anak-anak atau hanya jebakan. Lalu, muncul seseorang yang berpostur sama dengan Ned. Polisi pun serentak melakukan penembakan.

Kepanikan merajalela. Wanita dan anak-anak kembali masuk, Ned meminta mereka untuk menunduk dan bersembunyi di belakang bar. Sementara dia dan tiga rekannya bersembunyi di belakang tembok. Mereka pun akhirnya keluar menghadapi polisi-polisi dengan berlindung di belakang baju besi yang menutupi badan dan kepala, dan memegang dua senjata masing-masing. Berhasil, tapi tidak menghilangkan polisi-polisi itu. Ned berhasil menembak kepala polisi, yang juga membuyarkan konsentrasi para polisi. Saat itulah Ned dan gengnya kembali memasuki bar untuk mengisi peluru.

Saat itu pula, polisi-polisi kembali menembaki bar. Kali ini lebih ganas, lebih sering. Bahkan satu dua peluru memantul ke penduduk yang tengah tiarap di lantai. Panik. Ned dan gengnya juga ikut panik. Sambil sesekali menembak dan celah jendela, mereka tak bisa bergerak dari tembok menyaksikan satu per satu peluru memantul ke penduduk. Saat itulah, Ned berinisiatif untuk kembali keluar menghadapi gemburan peluru polisi dengan baju besinya. Sebelumnya, Ned meminta penduduk untuk keluar lewat pintu belakang.

Sepeninggal Ned, tiga rekannya bingung. Mereka sudah tahu, mereka sudah berada di ambang kekalahan. Ditambah lagi, para penduduk yang keluar lewat pintu belakang dicegat para polisi. Dan mereka pun ditembak satu per satu. Joe, yang sudah pasrah, seakan tidak peduli dengan gempuran tembakan dari luar. Dia pun berjalan dari tempat perlindungannya dan mendekati meja bar yang terbuka (mendekati target tembakan). Dia pun mati. Miris juga melihat Dan menyaksikan rekannya meninggal perlahan.

Hal itu yang saya sayangkan. Mengapa mereka malah pasrah, meninggal begitu saja tanpa ada effort perlawanan setelah segamblang perlawanan yang telah mereka lakukan selama ini? Ditambah lagi, Steve dan Dan bunuh diri seiring dibakarnya bar itu. Setidaknya, yang membuat saya terkesan hanya Ned, dia tidak menyerah. Dia tetap melakukan perlawanan sampai detik terakhir hidupnya.

Oke, Ned tidak meninggal di area tembak-menembak itu. Dia tertangkap, setelah tiga rekannya mati. Singkat cerita, dia tertangkap dan kemudian diputuskan untuk dihukum gantung pada 1880.

Film ini membuka mata saya lebar-lebar mengenai kebenaran, yang pastinya akan datang. Maksudnya, memang pada saat itu dia dihukum gantung karena kekuasaan polisi Victoria yang terlanjur membencinya. Tapi saat-saat berikutnya yang terjadi adalah bahwa warga Australia (atau mungkin dunia, setelah dibuatnya film ini), sudah mengetahui siapa yang sebenarnya berkata benar. Ned Kelly, trully a hero and a villain.

Thanks to Heath Ledger, Orlando Bloom, Laurence Kinlan, dan Philip Barantini. See also The Jerilderie Letter, full page a letter written by Ned Kelly to the Victorian police.

Advertisements

2 thoughts on “Ned Kelly – a Tribute to Heath Ledger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s