Surat Sahabat

Apa yang membuat seseorang itu menjadi berhasil adalah keberaniannya untuk menjadikan diri sebagai pribadi yang berbeda dari yang lainnya; berbeda visi, berbeda cara menghadapi masalah, dan berbeda cara menyikapi keadaan.

Apa kabar, Sahabatku? Saya baik-baik saja, walaupun sekarang sedang curi-curi waktu ke warnet selagi orang-orang rumah dalam keadaan mendebat siapa sebenarnya yang merusak handycam (ga penting banget sih). Karenanya daripada saya ikutan gila, lebih baik saya kabur saja.

Secara fisik saya baik-baik saja walaupun lebih sering kehujanan di motor (serius sangat tidak enak) karena harus bolak-balik ke warnet menyelesaikan makalah untuk seminar ICT yang diadakan oleh kampus. Karena sekarang sudah alhamdulillah rampung, saya berhutang terima kasih kepada orang-orang yang membantu saya, di antaranya dosen yang saya sudah booking menjadi pembimbing thesis (klo saya bisa dapat thesis, amin amin amin) nanti, Pak Wisnoebroto, atas diskusi yang membuka mata saya mengenai peranan sastra, budaya, dan bahasa dalam ICT; dosen saya lainnya, Mr. Hendro; Akh Fauzur Rahman (alhamdulillah tercipta sesuatu yang baru dan unik, akh); Eva, Rani, Barni, Aldo, atas sharing tentang hubungan sastra dan ICT; Kang Radi, atas penjelasan pentingnya bidang bahasa dan sastra; Akh Amirul, penjelasan e-business dan hubungannya dengan bahasa yang sip walaupun sedikit; pihak admisi BiNus yang enggak bosen-bosennya menjawab pertanyaan yang berulang-ulang dari saya; dan semua pihak yang telah membantu saya dalam hal referensi bacaan.

Ini hanya sekadar penelitian singkat, Sahabat. Bukanlah sesuatu yang penting dan berpengaruh dalam hal kemajuan ICT di Indonesia; walaupun jika ide yang saya utarakan terwujud bisa membuat sebuah perkembangan IT yang besar untuk dalam negeri. Tapi saya tidak menargetkan menang, kok. Saya membuat dengan tiga-perempat hati karena sebagai pemakalah dalam seminar ini, saya bisa visit industry ke kantor Metro TV dan Media Indonesia. Hauhauhauhauhau….

Seneng deh, bisa mengunjungi salah satu kantor perusahaan idaman saya. Insya Allah berangkat hari Jumat tanggal 7 Desember 2007 (Oh tidak… Itu kan jadwal syuro DPI Milad… Semoga ketua baca, saya izin yaa). Do’akan saya yah, karena saya sedikit tegang harus berhadapan dengan para peneliti IT (hiks, hiks… Dibandingkan mereka makalah saya udah ke mana deh).

Nekat ya saya? Banyak yang bilang. Bahkan saya menyusun semuanya saat satu hari sebelum hari terakhir pengumpulan. Wah, praktis tegang yah. Tapi itulah, ketika dalam hati saya ada keyakinan bahwa saya bisa, ya saya bisa.

Selain ini, saya dan seorang sahabat saya tengah menyusun rencana untuk mendirikan saingan MULTIPLUS di daerah kampus Kijang. Hihi, emang dasar anak Sastra. Saking kesalnya mendapat keluhan dari beberapa orang tentang sepinya kampus ini (tapi udah dihidupkan tuh sama UKM BOla), maka kami berinisiatif untuk mendirikan saingan MULTIPLUS ini.

Hal yang kami tawarkan adalah kenyaman dalam melakukan transaksi bisnis, awalnya hanya menawarkan printing dan fotokopi (karena dua hal itulah yang jarang berada dekat kampus Kijang), dengan harga yang lebih murah dari MULTIPLUS. Tertarik menanam modal? Informasi lebih lanjut, hubungi Saya di 0888-9821653. (Saya siapa? Terserah Anda) P.S.: hanya melayani pihak yang serius.

Eniwei, mengapa saya mempunyai nomer Fren? Wah, maaf Sahabat, bukannya saya tidak setia dengan HALO Hybrid yang hemat itu, tapi lebih karena rasa penasaran saya pada nomer2 cdma. Dua hari yang lalu, dengan seorang sahabat saya menjelajah Pondok Indah Mall. Ini juga sekaligus untuk mengenalkan saya dengan mall yang katanya terbesar di Jakarta itu; karena seumur hidup belum pernah menjejakkan kaki ke mal itu, hiks hiks.

Yah, akhirnya kesampaian. Tapi dengan menjelajah pun saya belum bisa memutuskan dengan pasti. Kemudian pilihan jatuh kepada Fren; karena 1) saya enggak mau Esia karena milik Bakrie (dendam saya belum hilang, bro), 2) saya enggak mau Flexy karena nomernya kayak nomer rumah, panjang. Tapi, ternyata pilihan saya bukanlah yang terbaik. Terbukti, dengan pulsa 10ribu habis dalam dua puluh menit. Argh! Katanya sih karena saya nelepon GSM. Whatever lah, trnyata sama aja mahalnya.

Tapi karena sayang ponselnya, mungkin mau coba beralih ke Flexy. Membandingkan lagi, siapa tahu ada sebuah kejutan di balik promosi yang berlebihan.

Terakhir, sebagai penutup, saya mau memberikan sebuah kata-kata berharga untuk Sahabat semua. Uang, memang penting. Tapi, jika terlalu money-centered bisa bikin stres. Saya sedang stres, karena sekeliling saya terlalu money-oriented. Terkadang saya harus memutus pembicaraan jika sudah mengarah ke sana. Capek, karena yang terjadi hanyalah penyesalan, penyesalan, dan penyesalan. Yang lebih buruk malah jika benar-benar mengetatkan ikat pinggang untuk berhemat. Hemat boleh, tapi jika berlebihan bikin stress juga kan apa2 ga boleh.

Stress saya terlepas melihat murid-murid saya tadi siang. Well, walaupun itu melahirkan stress baru karena saya belum menyiapkan bahan materi. Tapi melihat mereka yang berteriak karena saya beri tugas yang sulit, rasanya senang (ih, orang lain susah malah senang). Ada sedikit kegembiraan melihat anak2 muda.

Kemudian juga ada hal-hal yang saya tunggu seperti rihlah ke Cirebon. Cihuuy. Bareng keluarga besar naek bus. Tapi lagi-lagi, ada yang tidak ikut karena memikirkan dana. Ah, saya mau sedikit memikirkan diri sendiri dulu deh. Mungkin cuma saya yang ikut dari keluarga. Tidak apa-apa, malah senang bisa mancing, wisata air panas… Apalagi ditambah tidur di rumah mbah buyut. Cihuy, rumah tua selalu membangkitkan inspirasi.

Sekian dulu ya Sahabat, sudah malam. Saya janji hanya 30menit, tapi kalau udah nulis bisa sejam. Saya sedang berada di Bogor, lain waktu saya tulis keindahan kota hujan ini. Oh iya, Bogor sedang hujan nih. Tumben malam ini tidak, biasanya saya mesti shalat di warnet karena hujan. Maaf jika istilahnya kami mengirim banjir ke Jakarta, bukan maksud. Jakarta saja yang ditimpa kesialan dua kali; 1) berada di dataran rendah, 2) menjadi ibukota negara sehingga banyak penduduknya.

ditulis oleh: saya; tempat: di bawah AC.

Advertisements

2 thoughts on “Surat Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s