Diet Coke dan The Sims 2

Pagi ini saya belajar dua hal; satu, tentang minuman Diet Coke dan game the Sims 2. Dua hal itu memang enggak ada hubungannya, tapi dua hal itu yang menemani saya begadang pada malam takbiran ini. Sebelum ada orang rumah yang keluar dan mengomeli saya karena belum tidur, izinkan saya untuk berbagi apa yang telah saya dapatkan.

Satu minggu sebelum saya menulis ini, di rumah sudah terdapat kardus-kardus produk Coca-Cola (sebagai semacam reward untuk ibu saya yang mantan karyawan ybs). Salah satunya ada satu kardus Diet Coke (yang mau hubungi saya). Satu minggu sampai sekarang saya lihat kardus itu saja yang tidak trbuka. Ya sudah, pucuk di cinta ulam tiba.. Haha.. Saya pun membuka kardus itu dan mengambil satu kaleng tepat di malam takbiran ini.

Usut punya usut, singkat cerita. Pada tegukan pertama, saya langsung terpikirkan, “Ini produk halal ga yah?” Allah… Kenapa baru kepikiran pas udah tegukan pertama.. Saya jadi enggak enak hati karena 1) minum diam2 tanpa bilang2 yang lain, 2) keraguan halal dan tidak. Saya tengah berada di antara dua pilihan. Tapi, berhubung sedang maen game, saya pun mengabaikan keraguan dan meneruskan main game sampai dua jam ke depan.

Sekarang, saat kaleng tersebut sudah kosong, barulah saya iseng mencari tahu. Halal enggak sih? Hasilnya mengejutkan. Ada mengatakan wa’allahualam bishowab berhubung Diet Coke itu mengandung wood alcohol (saya enggak tahu jenisnya seperti apa) dan yang dilarang adalah alkohol dari dates (kurma) dan grapes (anggur).1 Ada juga yang menuliskan langsung kalimat2 sperti: Alcohol (as in Bacardi & Diet Coke) contains almost twice the calories of carbs or protein, so in theory, it’s not good for weight control.2

Ya Allah ya Rabbi…. What was I drinking? *speechless

NEXT. Game the Sims 2, OMG I’m telling you this game’s freaking me out. Enggak tahu kenapa, seru aja maen dari dzuhur ampe isya (seriously). That’s why saya enggak sempat i’tikaf bersama kakek dan nenek (hehe, ceritanya panjang). Jadi saya bener2 serius kalau bilang freaking me out, making me freak. Gimana enggak, ada efek sampingnya: pegel, pusing, dan terngiang2 sountrack game itu tiap mau tidur.

Emang seru sih. Game saya adalah bapak dengan dua anak (laki-laki dan perempuan) yang akhirnya menikah dengan ibu satu anak (laki-laki). Hihi. Akhirnya, tiga anak itu udah besar, udah nikah. Dua keluar rumah, satu lagi ngelanjutin bisnis bapaknya di rumah. Yang nikah seru deh, pake berantem segala. Arrgh. Kalau yang perempuan punya anak lucu bangetttt, karena saya pakein topi beruang, hihi. Terus, cucu pertamanya sudah kuliah. Nah, di kuliah bandel banget deh. Capek. (Lho, emang siapa yang buat dia bandel.. Hehe). Sementara anak yang satu lagi sedang mencari pasangan yang baik.

Tuh, gimana enggak seru? Seru sih dulu, waktu masih jaman2nya kerja keras untuk mengembangkan bisnis. Tapi setelah sukses, haaah biasa aja. Jadi sedikit menyesal menghabiskan waktu tak berguna seperti itu.

But, HEY, life must goes on. LIhat apa yang sudah di depan mata sekarang: iedul fitri, hari kemenangan bagi saya dan Anda sekalian para muslim. Waktu yang kita tunggu-tunggu selama ini. Waktu yang, biasanya, menjadi waktu paling membahagiakan bagi saya.

Ah, sekarang lihat ke depan saja deh. Jangan pernah menengok ke belakang. Waktu yang saya buang dengan maen the Sims, kaleng Diet Coke yang sudah habis saya minum.. Itu sudah lalu. Karena saya sudah tahu bahwa Diet Coke, selain memang tidak baik untuk kesehatan (3), juga diragukan kehalalannya saya akan lebih waspada dengan minuman semacam itu. Beruntung ibu saya sudah tidak bekerja di sana (karena dulu setiap bulan dikasih jatah beberapa kardus. Ouch). Tapi ini juga menyemangati saya untuk menginvestigasi perusahaan ini untuk analisis 10-C. (Lho?) 4
Singkat kata (karena udah semakin lemas saja> mungkin imbas dari Diet Coke.. Who knows), bagi orang-orang yang merasa teraniaya dengan tulisan saya yang seringkali tanpa editan ini saya MOHON MAAF sebesar-besarnya. Ingat, kita berada di negara demokrasi (yang sedikit jadi2an), di mana kita bisa mengutarakan apa saja yang berada di benak kita (dengan syarat mengetahui situasi dan kondisinya).

Kata terakhir: saya mau sekali melihat petinggi-petinggi politik yang nampang di televisi dengan iklan layanan masyarakat tentang Idul Fitri mengatakannya dengan tulus dari dalam hati mereka yang terdalam. Entah mengapa, sulit mengubah pola pikir saya yang cenderung underestimate pada mereka.

Yaaah.. Positive thinking saja, pikirkan bagaimana jika saya yang menjadi mereka. Gitu aja kok repot.

-Minal ‘aidin wal faidzin, asri f13102k7:01.56am

Advertisements

One thought on “Diet Coke dan The Sims 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s