Saya Kecewa

Kecewa. Itu yang sedang saya hadapi dengan keadaan keluarga saya. Mengapa saat keluarga adalah tempat yang seharusnya membuat saya nyaman dan aman malah menjadi tempat yang benar-benar saya hindari? Untuk membuat hati saya nyaman saja saya harus mendapatkannya dari keluarga saya di luar keluarga inti. Terima kasih Ya Allah karena saya memiliki mereka yang menyayangi saya lebih dari keluarga inti saya.

Seringkali saya merasa kecewa menjadi perempuan dalam keluarga ini, seakan seluruh kesalahan tertumpah pada saya. Kecewa, sedih sekali melihat fakta ini. Melihat bahwa dengan sendirilah saya bahagia, karena saya lebih sering memaksa mata untuk terus terbuka pada malam hari saat saya bisa sendiri, merenung, dan memetik sedikit kebahagiaan.

>Dari Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka.”

>Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis karena takut Allah swt. dan orang yang takut Allah swt. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

Tak berharga, saya rasakan. Pengertian, tidak saya dapatkan. Inikah takdir seorang wanita yang memang harus mengalah pada keadaan? Keluarga yang selalu meremehkan saya, menganggap saya tidak bisa sebelum saya mencoba. Beruntung saya terlebih dahulu mengenal dunia dan menyadari keadaan keluarga sebelum saya terpaku dengan pemikiran mereka yang tidak sesuai. Terima kasih ya Allah.

Saat ini, izinkan saya untuk keluar dari keadaan keluarga yang berantakan ini. Izinkan saya mencari sebuah ketenangan di luar sana yang lebih menantang dan menarik saya. Izinkan saya merindukan mereka yang dulu dari jauh saja, sehingga tidak perlu ada lagi konflik yang berlebihan dan tidak penting…

Mungkin inilah yang terbaik dari semua sisi. Mungkin memang saya harus pergi. Wa’alllahualam bishowab.

Advertisements

4 thoughts on “Saya Kecewa

  1. Assalamu’alaikum!

    Apa kabarnya nih ukhty? Lama kita tak bersua, iseng diriku melihat blogmu tuk tau kabar terakhir darimu. Siapa tau ada sesuatu yang baru dari dikau. Coz sampeyan kan biasanye nih suka curhat di blog hehehe.. Asik juga ngamatin fluktuatif perasaan seseorang yah

    Ya kagak lama-lama nih intronye…langsung masuk ke intinye aje:
    Kata ampuh yang ana sampaikan ke ukhty simple “…bersabarlah…”. Karena didalam Al-Quran kita diperintahkan untuk memohon pertolongan kepada Allah dengan bersabar dan sholat. Sabar itu perbuatan hati dan sholat adalah perbuatan fisik. Sabar ketika awal terjadinya hal yang membuat kita nyaman dan banyak-banyaklah memohon petunjuk kepada Allah. Kemudian sebaik-baiknya curhat itu kepada Allah. Bangun malam, ambil air wudhu, dirikanlah sholat, kemudian berdo’a mencari slusi dari masalah yang menyelemuti kehidupanmu kini. Kemudian bacalah Al-Quran karena Al-Quran adalah Asy-Sifa (obat)…

    Trus ukhty…apa yang antum rasakan di keluarga antum itu wajar. Gak hanya antum kok yang mengalami. –afwan kalo salah tangkap– janganlah kita sampai menyatakan keluarga beratakan. Yah kita sadari, tanpa mereka kita tak pernah ada dan mereka lah yang membuat diri kita seperti hari ini… Lingkungan islami yang ukhti rasakan hari ini dan bertekad untuk selamanya rasa itu ada mendapatkan suatu pertentangan (aksi tolak menolak) di lingkungan keluarga antum. Karena apa…mereka awam atau jauh dari sinar cahaya islam. Mereka belum menikmati manisnya iman dan islam seperti yang ukhty rasakan. Cobalah kita rubah persepsi kecewa menjadi sebuah cinta. Dengan apa? Dengan kita bersungguh-sungguh berdakwah dengan pendekatan/penetrasi yang begitu tajam kepada mereka….Dakwah dengan cinta itulah cara ampuh bila kau ingin mendapatkan cita-citamu lingkungan keluarga nyang nyaman dibawah cahaya islam.

    Afwan bila ane sotoy nih…..
    Wallahu a’lam
    Semoga bermanfaat

    Sandy Rachmad Buchori bin Sunarto bin Sutoyo

  2. Assalamu’alaikum

    Makanya berkeluarga biar tau gimana berat rasanya menjadi seorang ibu ataupun seorang ayah sekalipun. Beruntunglah mereka yang bisa mendidik anak-anak mereka menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah…

    Wassalamu’alaikum…

  3. Ashree W. says:

    @sandybuchori: WAH, nasihatnya benar2 dipikirkan tuh akh… Makasih banyak, udah buat saya lebih banyak introspeksi diri. Mungkin mereka terkadang seperti itu, tapi ketika saya menyadari dan lebih menyadari, ada kalanya mereka menumpahkan kasih sayang yang tiada henti dan tak terhingga kepada saya. Tidak bisa saya dapatkan di mana-mana yang jelas.

    @Cihuy: Hanya Allah yang tahu… Jelas Anda tidak tahu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s