Buka Matamu

<meniru suara Gus Pur>

Dunia ini kok aneh, tidak menghargai keringat sama sekali. Orang yang mengeluarkan keringat banyak, dihargai sedikit. Lah, orang yang cuma leyeh-leyeh di kantor ber-AC justru dihargai banyak. Mau jadi apa?

Yah, itulah fakta dunia ini. Mengherankan, yah? Sungguh sangat mengherankan. Ternyata, begitu saya membuka mata kepada fakta dunia ini, keringat dan lelah fisik dalam pekerjaan hanya berharga sedikit sekali. Bandingkan dengan pekerjaan kantor yang berada di ruangan dingin dan hanya mengandalkan pengetahuan komputer berharga cukup banyak.

Perbandingan lain: komisaris/penasihat/dirut yang hanya tinggal datang ke kantor memantau dihormati sedangkan pekerjaan berat yang menawarkan jasa pada masyarakat malah direndahkan. Lihat supir-supir bus/mikrolet atau taksi. Belum lagi saat mereka melakukan kealpaan, orang-orang meminta ganti rugi. Mereka dapat uang dari mana untuk ganti rugi…??

Terkadang orang-orang memang tidak memandang dengan siapa mereka berhadapan, yang terpenting mereka rugi dan ingin mendapatkan keuntungan.

Belum lagi, nasib guru di dunia ini. Bisa dibilang, menjadi guru adalah posisi yang memusingkan. Satu sisi bisa mencerdaskan anak bangsa dari bawah, tapi di sisi lain keadaan finansial dari mengajar pun terkadang tidak cukup memenuhi kebutuhan mereka. Padahal mereka merupakan otak terpenting dalam kemajuan negara. WAH. Sekarang, coba bandingkan dengan orang-orang yang nampang di media massa. Sedikit saja, yang mereka dapatkan bisa berjuta kali lipat dari yang didapatkan oleh para guru.

Padahal, mereka menghasilkan apa sih dengan nampang di media massa? Hiburan? Maaf, terlalu banyak dihibur malah akan memperbodoh masyarakat. Jadi, sudah terlihat ketidakadilan keadaan ini?

Fakta ini terjadi apakah karena memang keadaan dunia terporos pada kapitalisme atau memang sudah mendarah daging sejak zaman dahulu? Ah, apalah artinya bertanya ketika fakta sudah di depan mata.

Satu arti yang bisa diambil adalah bahwa keadaan negara (dan beberapa negara lainnya) akan menciptakan sebuah keadaan yang mengarah pada gaya hidup yang berbeda. Semakin tinggi jabatan, semakin dimanjakan dengan fasilitas yang mewah atau cukup mewah. Tapi serendah-rendah jabatan sangatlah direndahkan. Mungkin itulah sebabnya mengapa gaya hidup mewah menjadi gaya hidup nowadays.

Miris sekali melihat keadaan. Betapa keringat tidak berarti banyak di dunia ini. Karenanya, saya meminta pada kalian yang membaca, YUK berbagi kebahagiaan dengan mereka. YUK, bersikap ramah pada orang2 yang membantu kita: tukang parkir, supir bus dan asistennya (maaf lupa banget namany apa), supir mikrolet, tukang sapu, tukang ronda, tukang panggul roti keliling (khusus rumah saya mungkin). YUK, sesekali bercanda dengan mereka. JANGAN ragu untuk memberi infak kepada mereka, JANGAN ngomel juga kalau mereka memasang tarif terlalu tinggi. TIDAK ada salahnya membantu pemasukan mereka, kan?

Sesekali, jalanlah ke pasar pada malam hari. LIHAT apa yang mereka kerjakan saat orang-orang lainnya terlelap dengan nyenyak di kasur yang empuk. LIHAT apa yang mereka hasilkan. LIHAT bagaimana keadaan memperlakukan mereka. Dan, LIHAT bagaimana beruntung kita.

Advertisements

7 thoughts on “Buka Matamu

  1. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Bagaimana jika kita menjadi mereka. Entah yang diruang yang berAC atau yang berada ditempat penuh dengan debu dan peluh.
    Coba kita bayangkan… Mungkinkah kita menjadi lebih baik?

    Merubah dari yang kecil
    Merubah dari diri kita dulu
    Merubah dari sekarang

    klo kata WS Rendra dalam puisinya di iklan “Revolusi Kebangsaan”

    nb:temennya supir itu kernet/kenek yang pasti bukan navigator apalagi aligator

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  2. fauzur aja says:

    assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    komentar 1: bagus juga tulisannya.

    komentar kedua: terserah Anda, wew

    jadi, jangan LIHAT doank kali ya, MERASA, jauh lebih INDAH

    Begitu banyak kita meLIHAT, tapi tidak MERASA. Seperti MENGERTI tapi tidak MEMAHAMI RASA ARTI

    TApi ini hanya sekedar persepsi

    dah de, ngomong persepsi ngak ada abisnya (apalagi kalo yang ngomong adalah orang dari FILSAFAT (kebnyakan y, ngak semuanya)-too much thinking rather than doing, but they RASA BAHWA (THINK)they already DOING because they THINKING, is like a circle that no end-)

    LIHATlah, RASAKANlah, mudah2an INDAHlah (manfaat,dll) yang kau dapat-lah (maksa, gak kan ya!?)

  3. Ashree W. says:

    @fauzur: SIP, emang itu maksudnya: LIHAT dan RASAKAN. Tapi ngomong2, saya sdikit enggak ngerti nih tentang THING dan DOING. Yang saya tangkep, orang yang kbanyakan mikir suka merasa mereka telah melakukan…gitu yah?

    Well, sounds like someone I know….

  4. intinya :

    – bekerja jgn liat gajinya, tapi liat aja apakah kita udah ada feel, angap aja hoby.
    – cari duit, nah ini beda lagi, intinya buat nafkah, harus smart, berusaha, gunakan tenaga dikit utk hasil yg maksimal
    – hindari NATO,

  5. Ashree W. says:

    SETUJU for NATO!

    Tapi kadang2,editor itu just talking a.k.a. komentari/kritisi. Jadi bingung juga untuk menghindari NATO.. Akhi Fauzur any comment?

    :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s