Three Times

Ada yang aneh dengan kata ini: ‘three times’ atau ‘kali ketiga’. Di Inggris, dalam tata bahasa, ‘three times’ tergolong aneh karena sebutan untuk ‘kali-kali’ sebelumnya adalah ‘once’ dan ‘twice’. See? Aneh, kan? Mengapa tidak ada sebutan khusus untuk ‘kali ketiga’ dalam bahasa inggris? Begitu juga dengan tata bahasa inggris untuk tingkatan, seperti ‘first’, ‘second’, ‘third’. Khusus pada ‘third’, ingat bagaimana menuliskannya? 3rd. Bagaimana dengan ‘first’ dan ‘second’? 1st, 2nd… Yang aneh adalah, mengapa hanya ‘st’ pada 1st dan ‘nd’ pada 2nd yang khusus berbeda sementara untuk ‘rd’ pada 3rd dgunakan pada semua tingkatan angka di atas 3?

Pertanyaannya, berarti ada yang aneh dengan angka 3….

Well, it is. Satu bukti: orang-orang bilang, kalau kejadian terulang dua kali berturut-turut itu biasa. Masih belum dikategorikan sebagai hal luar biasa. Tapi, kalau sudah terjadi tiga kali, berarti ada yang aneh. Perlu diperhatikan, diwaspadai, dianalisis, dipikirkan kenapa terjadi.

Oke. Jadi ceritanya adalah…. sudah dua kali aku melakukan hal bodoh ini: masih mengenakan helm tukang ojek saat turun dari ojek (note: bahkan sudah berlari ke tempat tujuan). Anehnya, tempat tujuannya selalu sama: stasiun Tanahabang. Untungnya, tukang ojeknya beda. Ampuuun… Itu udah dua kali kan? Nah, tak terpikirkan kalau akan terjadi lagi. Padahal jaraknya lumayan lama juga, tuh. Kok bisa yaa….. Salah siapa ya ini…?

Sekadar menggali memori, saat pertama kali melakukan itu, helm trbawa sampai tangga stasiun. Udah bener2 hampir naik lebih atas sebelum denger tukang ojeknya teriak2.. [maluuuu iiihhh] Pas nengok, langsung keliatan beliau mengingatkan tentang helm. Aaarrrggghh, langsung deh sadar. Kalau yang kedua, enggak begitu jauh, tapi sudah melangkah menjauhi tukang ojek….

Nah yang ketiga yang lumayan bikin shock. Selesai urusan uang dan segala macam, aku pun berlari ke tangga lagi. Eh, tukang ojek teriak-teriak. Aku pun menoleh tapi tukang ojek enggak langsung kelihatan karena ketutupan pohon (pohon apa ya? Emang ada pohon kah? Itulah singkat cerita). Alhasil, aku pun langsung meriksa uang kembalian, siapa tau uang kelebihan atau knapa. Saat itu aku belum sama sekali sadar kalau masih ada helm di kepala. Barulah sewaktu tukang ojek menyadarkanku, aku pun melepaskan helm tak-terasa itu dengan sangat malu…. Tapi tetep aja, sewaktu jalan kembali naik ke stasiun, masih sempat senyam-senyum sendiri dengan aneh…

Poinnya adalah, ternyata benar bahwa ketika sudah terjadi tiga kali berulang-ulang, benar-benar patut dipikirkan lagi. Mungkin, ada yang salah dengan kita. Dalam kasus aku mungkin ada yang salah dengan otak karena tegang: karena tiga kejadian terjadi saat aku sedang mengejar ketinggalan kereta. Dari hal yang sepele, bisa-bisa menjalar ke hal-hal yang luar biasa…

Seperti, barusan. Dalam kepanikan karena telat kereta, aku pun mendatangi pangkalan ojek di depan Syahdan yang juga merupakan tempat yang sama dengan tukang ojek nomer3. Nah, pas mau naik, ada orang yang ngomong, “Awas ati-ati, helm kebawa lagi nanti.” Aaaaarrrggghh, you know siapa yang ngomong? Aku juga enggak kenal pas lihat mukanya, tapi seratus persen yakin kalau dia tukang ojek nomer3..

Advertisements

3 thoughts on “Three Times

  1. Ass,
    Wah pasti klo lagi naik ojeg sering mikirin sesuatu jadi lupa…
    atau,
    helemnya kekecilan tuh menghimpit kepala
    jadi ruang ingatannya sedikit banyak berkurang…
    he…..
    Wass…

  2. siuli says:

    ahahaha….LOL!
    gile ye, ada ORANG kaya loe, Ash!
    yg salah ya, yg pasti bukan tukang ojegnya duong, apa lg helmnya [loh..], apa lg bawa2 orang Inggris pula.. minta maap sama mister n miss sana ahaha..
    well, despite siapa yg salah :p …
    next time kalo naek ojeg yg u inget2 helmnya aja hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s