Apapun Kutulis

WAH. Sudah lama ku tidak mengingau di sini, mengerecoki pikiran orang dengan pikiranku yang kacau. Hmm, sudah seminggu penuh terkurung di sebuah rumah yang makin lama membuatku tidak nyaman. Akhirnya, bisa berkumpul dan tertawa (atau ngebetein) keluargaku tersayang lagi. Update dari keluarga; ada salah satu bu’ de yang masuk Islam. Haaa, senangnya hatiku. Nah, jadi ceritanya sewaktu sedang menghadiri pengajian sehari sebelum hari-H, aku pun bertemu dengan keluarga besar. Yang bikin shock adalah, ada salah satu bu’de yang komentar, “Kok kurusan, Sri?” Waduh, siyok nih. Kurusan kok salah satu celananya udah enggak muat…? :< Tapi, jazakillah khoir nih bu’ de.

Laporan Pandangan Mata Selama Tidak Bersentuhan dengan Internet (Review Hari-Hariku di Kos)

Pulang ke kos selalu di atas jam sembilan. Enaknya di kos begini ini, kalau pulang malem enggak ada yang nyariin. Enggak enak juga sih beberapa saat… Kangen ditelepon dan ditodong untuk pulang cepat. Tapi, ah, nikmati saja masa-masa bebas-pulang-malam selama empat minggu ini.

Ada yang enak lagi. Setelah berhasil membawa pulang satu set speaker dari PRJ waktu itu, rasanya setiap ada di kamar kos serasa di studio musik. Waaah, enaknyaa… Tapi sedikit enggak enak juga nih ama kamar-kamar sebelah. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya. (Lho? Aaaarrrggghhh!!!)

Ada minusnya juga sih: enggak ada makanan. Sebal. Tapi enggak guna juga, secara tiap pulang langsung tidur (atau nyuci dulu kalau lagi rajin). Mana sempat memikirkan makanan. Pagi-pagi berangkat pagi (atau setidaknya tergantung jam berapa saia bangun), briefing sambil kelaparan, barulah kabur nyari makanan sebelum briefing persiapan penjemputan. WAH.

Jadi kepikiran tentang nilai IPK nih sewaktu melihat botol minuman yang bergambar Spongebob Squarepants. Saia memang sengaja membeli botol minuman yang bergambar tokoh kartun lucu dan polos ini. Tapi rada malu juga sih kalau ada teman yang datang. Lalu, apa hubungan Spongebob dengan IPK? Jadi ceritanya begini, mama tercinta pernah menawarkan sebuah reward I-choose-myself kalau aku bisa menaikkan IPK. Nah, berhubung hadiahnya terserah saia, saia pun langsung mengajukan permintaan boneka Spongebob yang bueeesaaar suaaangaaat, yang juga menjadi idaman saia sejak dahulu kala… Jadi penasaran dengan nilai IPK. Tapi udah hopeless duluan sih tentang hadiahnya: mau beli di manaaa?? Aaarrrggghhh…

Sedikit shock nih tadi. Ternyata, proposal yang saia buat semalam suntuk tidak bisa dibuka. Aiiih… Salah siapa, ya? Trojanku yang tersayang, ku kirimkan salam indah tanda perpisahan. Cukup sudah kau menyakiti hatiku. Akhir bulan kita akan berpisah. But guess what, I’ll be happy! Jadi penasaran, bayar berapa yah upgrade Popov…? Kayaknya uang di tabungan habis, gara-gara autodebet. D***! Kenapa sih enggak pake email/sms alert kalau ada autodebet? Jadi kan enggak membuat saia malu berulang kali uyek-uyekan di depan ATM buat isi pulsa padahal setelah saia cek saldo: tidak cukup.

Capek setelah bolak-balik menaiki dan menuruni tangga kos hanya untuk mencuci baju dan piring. Saia benar-benar bersyukur akan sebuah benda yang bernama dry machine-mesin pengering baju. Wah, very useful. Membuat orang yang malas seperti saia hanya tinggal memasukkan baju dan membuatnya kering, tidak perlu lagi memeras berkali-kali ataupun menjemurnya sampai berhari-hari (tapi ini kadang terjadi secara saia seringkali lupa kalau masih memiliki pakaian di jemuran>>hal yang aneh karena kamar saia berada di depan tempat jemuran.

Ada lagu nih bwt ‘kamu’:

It’s the thing that you do: so physical. You know I can’t resist, it such a shame that you belong to another. I don’t wanna hurt no body, but my heart just can’t hold back. I’m gonna make you mine: it’s not impossible. Gotta let you know: I’m irresistable. Baby can’t you see, you’re the one for me? It’s the way you make me feel, spinning my world around. Tell me how can I walk away. I don’t care what they say, I’m loving you anyway. (It’s the Way You Make Me Feel – Steps; with editing)

Aduh. Semakin ku mencintai Popov, semakin ku sakit melihat penurunan performanya. Entah ada berapa di tabunganku, aku harus tetap meng-upgradenya.

Hmm, mata sudah mulai menutup tapi jari-jari masih sibuk berputar-putar di atas keyboard dan pikiran masih melayang-layang ke siang hari tempatku menghabiskan hari di tempat yang sama beberapa hari belakangan. Mual? Enggak juga, asal aku masih memasukkan makanan ke dalam perut pada waktunya.

Ada satu yang tidak pernah kusadari saat aku menjadi peserta ospek dua tahun yang lalu (aarrrggghh, tua sekali). Terkadang saat dijemput untuk shalat, ada keengganan dan kemalasan karena teman-temanku (yang kebetulan non-muslim keseluruhan) tidak ikut. Takut, saia tidak punya teman di sana. Tapi jujur, saat shalat dan berkumpul dengan muslim-muslim yang lain, rasanya tenang sekali. Nah, yang tidak kusadari adalah ada sebuah tim di belakang penjemputan itu yang sekarang kurasakan. Saia memang sedikit terlambat merasakannya, tapi tidak ada kata terlambat untuk mencoba sesuatu yang baru. Jadi, setelah merasakan ribet dan stressnya mengurus (hanya) penjemputan, saia salut sekali dengan alumni-alumni yang menjemput saia dua tahun lalu. Wah, menyenangkan bersama kalian.

asridenganmatasepertigatertutup-280707-bogor

Advertisements

One thought on “Apapun Kutulis

  1. youlis77lafine says:

    huhuhuhuh,iya asri,ternyata kita baru tau kalo penjemputan itu sesuatu yg ada panitianya yak,baru tau juga aku waktu masuk mt pertama kali n jadi panitia acara duyu.wah,bentar lagi autodebet loh,jangan lupa yak.hehehehhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s