Kabar Buruk – I Need Your View

Ada sebuah guncangan, seburuk-buruknya kabar yang bisa menimpa seorang hamba-Nya. Cobaan, pastinya. Tapi, apa yang bisa kulakukan lagi.. Lihat ini untuk lebih jelas. Sebelumnya aku minta maaf sebesar-besarnya, karena halaman yang akan Anda lihat menampilkan salah seorang keluargaku.

Susah emang menjadi kakak seorang pentolan sekolah. Walaupun seneng juga tahu adiknya diterima di lingkungannya, tapi keberlebihannya membuatku miris. Seperti ini keluargaku? Seperti ini hasilnya ketika orang tuaku mendidiknya? Aku menampilkan fakta yang jelas bahwa ternyata lingkungan luar lebih berpengaruh daripada keluarga. LIhat sendiri bedanya dengan aku, kakaknya. Okay, at least I’m not smoking and writing those unappropriate words. Padahal kami sama2 berada dalam sebuah institusi sekolah yang sama dulu. So, siapa yang lebih bisa disalahkan saat ini?

Sejujurnya, he used to be a good boy. Dulu, dia itu adikku yang baik, ramah – bahkan terkenal lebih lembut daripada aku di antara keluargaku. Sekarang, just see. Aku terheran-heran, segitu dashyatnya pengaruh lingkungan luar.

Yang mau aku tanyakan dan mintakan pendapat adalah, what should I do with him? Di rumah, dia dimanja makanya dia bisa dapet uang dengan mudah dengan banyak alasan. Aku tahu itu dzalim, haruskah aku hentikan? Pernah sekali kucoba hentikan, tapi yang terjadi adalah konfrontasi – aku benci konfrontasi. Jadilah yang sekarang kulakukan adalah berpura-pura tidak peduli.

Let me tell you knapa aku menyebut ini sebagai sebuah berita buruk. 1) dia sudah kelewat batas dengan tidak sopan pada ibu kami <yang pernah sekali kuberjanji pada diriku bahwa ketika beliau sakit hati, hatiku pun sakit>; 2) dia udah enggak nyaman ama keluarga, yang berarti dia lebih nyaman dengan lingkungan di luar; 3) selalu aja ada masalah dengan dia, entah itu nilainya kurang bwt naik kelas, sering bolos, kabur malem2, pergi ke Bandung pake motor ga bilang2… Aduuh, miris banget. Aku jadi sering iri ama kakak-adik yang serasi dan manis banget, bahagia mereka bisa merasakan kebahagiaan bersama. Entah mengapa, ketika kami bersama sama sekali tidak terasa kebahagiaan. Melihat apa yang telah (dan masih) dia lakukan, rasanya sulit untuk melupakan.

Tapi satu hal udah pasti, aku masih menyayangi dia seperti dulu. Hanya rasa sensitivitasnya pada keluarga berkurang.. Satu hal yang membuat aku sedih belakangan ini adalah ketika melihat dia belum berubah juga. Minta do’anya ya, teman.

Advertisements

3 thoughts on “Kabar Buruk – I Need Your View

  1. sabar aja ya, ukhty!
    Pelan-pelan dinasihati adiknya. Jangan pake cara yang keras.
    Coba ajak bicara dari sudut pandang dia. Dan jangan lupa
    terus-teruslah berdoa kepada Allah. A

    Antum mesti kencang bikin janji ketemuan sama dia. Misal, malam mingguajak jalan. Nah trus ajak ngobrol deh.

    Sabar aja….anak segitu biarkan aja tumbuh dengan masa mereka. Suatu saat mereka juga bakalan mikir masa depan mereka. Yang penting sbg kakak, antum awasin dari jauh. Selama tidak terjerumus ke hal2 parah, yang cukup diomongi saja. Kalo dah parah kaya Narkoba, free sex, mabok, baru dah.

    Trus antum coba ngomong dengan mama atau papa antum. Diskusi dengan mereka
    untuk gimana caranya ngatasi masalah adik antum. Kan ni masalah keluarga, ya sebaiknya semuanya terlibatlah.

  2. Ashree W. says:

    enggak tahu yah, pas setelah aku cerita ama teman2ku, perilakunya berubah drastis! Waah, aneh tapi seneng banget… terima kasih nie atas do’anya…

    jadi ceritanya, kan emang udah dibilang bahwa dia tuh sbelumnya baik sekali, jadi sifat baiknya itu juga alhamdulillah enggak ilang. AKu mengikuti saran seseorang yg mengatakan untuk membuat orang membuka hatinya, kita harus membuka hati terlebih dahulu. Naaah, that’s what i do and that’s what happened. Terima kasih mas’ul..

    Kabar buruknya, nilainya tetep jelek dan jadi masuk ips dia, padahal punya bakat besar di Ipa… Hmm, wa’allahualam bishowab deh.. dua2nya juga baik, anyway

  3. Sesama sodara emg biasa sih berantem, itu jalan menuju kedewasaan. Ntar klo udah ngerti udah dewasa pasti jadi kompakan dah. Percaya nih ana sering berantem sm mpok dirumah, tapi makin lama, makin gaul aja berdua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s