Untuknya

Teman,
kuingin menitipkan sebuah pikiran tentangnya. Dia yang indah, yang mungkin dititipkan-Nya sejenak padaku agar aku bisa menyunggingkan senyum. Dia yang menarik, yang selalu diterangi oleh cinta-Mu. Dia yang lurus, yang jelas; seakan meluruskan dan menjelaskanku yang tidak lurus dan tidak jelas. Dia yang tenang terkadang menenangkanku yang terkadang tidak tenang.

Aku berdosa pada-Mu, ya Allah. Pikiran terbagi dan tidak fokus, tapi Kau tinggalkanku di tengah hamparan pasir putih yang indah namun ku tak tahu aku berada di mana. Engkau ingin aku berpikir, Engkau ingin aku sadar; dia hanyalah dunia. Engkau berhak mengambilnya lagi.
Tapi ku tak menyerah. Yakinku Engkau akan memberikan sebuah jalan yang indah, yang akan kutapaki selangkah demi selangkah dengannya atau yang lainnya.

Ku bersujud dan tenggelam dalam tangisku, memohon satu hal pada-Mu: “Izinkan kumencintainya karena Engkau.”

Advertisements

8 thoughts on “Untuknya

  1. Assalamu’alaykum, Asri…

    aku boleh ngerecokin ya…
    masalah lelaki kah? sepertinya aku pernah melihat nama ‘dia’ di catatan Kiki πŸ™‚
    hohohoho… maap kalo salah…

  2. Ashree W. says:

    Waduuuhhh, plecehan dunia maya…… :-O

    Ukhti Bano tercinta, uda ngerti deh mksd anti. Smoga dberi ktabahan atas berita mencengangkan itu… ;;)
    Akhi Bayu, ngomong apa toh? Berita yg tidak jelas jangan dipaksakan menjadi jelas, itulah awal khancuran jurnalisme murni.. πŸ˜‰

    Wassalammu’alaikum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s