K.A. Bodoh, Mereka Bodoh

Coba ya, gimana enggak dibilang bodoh… PT KA melakukan ujicoba rel baru di Garut yang anjlok itu dengan kereta yang ada penumpangnya!!! Dammit!! Enggak bisa mikir yaa… Namanya UJICOBA harusnya yaa cuma kereta DOANG, enggak pake penumpang. Ih. Kayak gini mengharapkan sistem transportasi mau bagus. Kayak gini mengharapkan birokrasi yang efisien… Enggak selesai2 deh.

Ya Allah… Sadarkanlah hamba-hamba-Mu yang khilaf ini. Bukakan mata masing-masing dari mereka dan kami agar selalu mawas diri dan awas pada lingkungan sekitar…

Bukannya underestimate sich, karena aku juga pengguna setia kereta. Hanya mempertanyakan di mana keseriusan mereka dalam mengurus masalah yang bisa dibilang sepele ini. Hmm, emang nie bisanya cuma ngomong doang yaa. Tapi ketika fakta sudah terbeberkan di depan mata, apalagi yang akan kita lakukan selain menghadapi fakta? Faktanya, mereka udah terlanjur dumned di mata sebagian masyarakat sehingga apa yang kita lakukan tidak akan bisa mengubah keadaan. Keadaan sudah didikte mereka menjadi lebih buruk.

Hanya kaum itu sendiri yang bisa mengubah nasib suatu kaum. Memang, kalau kita diam saja nasib ini tidak akan berubah. Tapi, emang kita bisa apa? Kita bisa… bermimpi! Itu yang terbaik yang bisa kupikirkan. Sudah terlalu kotor, sudah terlalu lelah berpikir sehingga inti dari setiap masalah adalah… betapa indahnya jika yang kita harapkan terjadi. Lihat di editorial beberapa media cetak Indonesia: harapan-harapan yang indah. Andai saja editor-editor itu bisa menjadi birokrat [tapi TIDAK, jurnalisme membutuhkan mereka]. See? Semua mimpi. Semu. What would you say?

Tapi ada yang lebih memiliki daripada masyarakat: Allah subhanahu wa ta’ala. Dia memiliki tujuan, Dia memiliki hikmah di balik keberadaan kita di negeri kotor-menyedihkan-tersayang ini. Dia ingin kita tetap bertahan, mendoakan negeri kelahiran yang indah ini. Atau… time would end soon, itu juga sebuah kepercayaan. Ya Allah, tolong satukan aku dengan jodohku sebelum akhir dunia… :p Hush, aneh nich.

Balik lagi. Mungkin, Dia memiliki sebuah rencana dibalik ini semua, rencana yang indah. Sekali lagi, kita hanya bisa bermimpi. Maaf kalau terlalu pesimis, tapi itulah yang seringkali aku lakukan jika sudah menghadapi fakta negara ini yang kacau balau. Hhhh, cobaan-Mu ya Allah, adalah membebani hamba-Mu ini dengan pikiran-pikiran tentang negaranya yang tidak pernah habis. Tapi apakah harus menghentikan smua ini? Tidak. “….selemah-lemahnya iman adalah dengan mendoakan dalam hati.” Dan aku akan melakukan itu. Doa untukmu Indonesia.

Advertisements

2 thoughts on “K.A. Bodoh, Mereka Bodoh

  1. Assalamu’alaikum ya ukhti,
    waduh jangan marah-marah nih…
    Kereta atau orangnya nih yang salah?
    siapa ya kira-kira yang salah??
    jadi yang enak yang aman sekarang naik apa ya?
    mobil, bis, kereta, pesawat, kapal laut???
    Ya sutralah, sekarang waktunya kita introspeksi bukan menyalahkan, sapa tau Yang Maha Esa mengetahui bahwa kita jarang mengingatnya. Mungkin dengan bencana kiamat sugro kita diingatkan kembali kepadanya.
    Wassalamu’alaikum…

  2. Ashree W. says:

    Wa’alaikumussalam ya akhi,
    iya nich mungkin lagi banyak kiamat sugra bwt diingetin terus akan-Nya. Masalahnya, semoga birokrat2 itu juga inget yaa… amin. Bukanny menyalahkan, mungkin imbas dari saking panikny dengan keadaan yaa.. Wallahu’alam bishowab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s