Officially Missing…. a Thing

I was in love with a man, yang kutahu adalah seorang yang sangat mengagumkan. Yang kutahu bahwa aku telah menyia-nyiakan kesempatan mengenalnya begitu saja. Yang kutahu bahwa aku telah mencercanya sekaligus mengkhianatinya tanpa sadar. Yang kutahu bahwa dia yang pernah mencurahkan harinya untukku. Yang kutahu… bahwa dia yang sudah tidak berada dalam genggamanku. Hilang. Lenyap. Tak berbekas dan tak kan kembali.

I’ve been wondering kenapa penyesalan selalu datang belakangan, di mana kita benar-benar berharap penyesalan itu tidak ada. Ketika mengharapkan sesuatu, realita pun berkata lain. Benarkah apa yang telah kulewatkan? Bisakah aku memutarnya kembali, sehingga aku bisa memperbaiki apa yang telah kulakukan pada hatinya?

Manusia hanya bisa menuntut, tak lebih. Ketika sudah memiliki, ingin lebih. Ketika hilang, ingin kembali. Bagaimana ketika hilang selamanya? Sangat ingin ikut hilang selamanya, seiring cinta yang juga menghilang. Aku benar-benar berani mengorbankan cintanya yang tulus dan suci. Kubayangkan Hamlet benar-benar mencaci makiku dengan kata-kata indahnya yang menusuk. Aku pantas, aku pantas dihina atas apa yang telah kulakukan.

Ketika kutahu bahwa dia tak lagi membiarkanku tahu apa yang terjadi padanya, aku sadar bahwa aku sudah punah di matanya. Dia bahagia, aku tahu. Aku menangis, dia tidak tahu dan tidak perlu tahu. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari keindahan mencinta ketika orang yang dicintai tengah bahagia, walaupun tidak ada yang lebih menyakitkan dari keperihan mencinta ketika orang yang dicintai tidak membalas cinta.

Hmm… Cinta. Tak akan habis dan selesai dibicarakan. Keindahan yang tidak bisa diungkapkan dan rasa yang tak bisa dilukiskan. Mungkin memang berdiam diri dan menghirup nafas dalam-dalam lalu merasakan keindahan cinta perlahan-lahan memasuki relung hati dan menenangkannya. Tak akan ada yang bisa merasakannya seindah kita merasakan. Dan aku pun bernafas lega.

Entah apa yang akan kulakukan ketika menerima undangan walimahnya. Secara menghadiri undangan itu wajib, tapi apa daya ketika melihatnya di pelaminan akan menghancurkan ketahananku, penyesalanku pun tidak akan berhenti. Atau mungkin dia akan berbaik hati untuk tidak mengundangku. Wa’allahualam bishowab.

Advertisements

3 thoughts on “Officially Missing…. a Thing

  1. Ashree W. says:

    Well, maybe you should be happy because of what he had done to you lately. But just remember, that he approximately didn’t differ you from the other. So, maybe better you pray within your heart and give no reply. Should he got what he wanted…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s