Keindahan Wanita

It’s about women. Talking about women must be something beauty, soft, tender, feminine, and such. Really adorable dan enggak ada yang bisa menyamakannya, siapapun juga [well, I’m not really pointing to the other gender]. It’s about fashion, passion to look good and different, beauty. Bisa juga benar sebuah tagline iklan sabun yang mengatakan bahwa kecantikan ada pada wanita di seluruh dunia. Semua wanita ingin tampil cantik, tak terkecuali.

Well, at least aku juga berpendapat sama sebelum menemukan bukti autentik ini: bukti bahwa ada hal lain selain kecantikan yang penting bagi wanita. Istilahnya, memang semua wanita ingin tampil cantik, tapi dalam porsi dan cara yang berbeda.

Di film yang baru aja aku tonton, aku menyerap sebuah tema bahwa wanita menginginkan sebuah kebebasan di dalam relung hati, lebih dari menginginkan sebuah kecantikan. Namanya, Monalisa Smile. Di sini, Julia Roberts jadi seorang guru yang berusaha membuka cakrawala berpikir murid2nya untuk melihat sebuah masa depan yang indah dan mengaktualisasikan hasrat seorang wanita, bukan tuntutan zaman yang saat itu [setelah perang Nam] wanita masih dituntut untuk tetap di rumah dan melayani suami. Tak lain, tak lebih. Satu kalimat guru itu yang menarik: kamu bisa tetap menjadi istri dan ibu yang baik sambil kuliah. Hmm, permasalahannya waktu itu adalah Julia Stiles sudah menikah dan dia ingin kuliah.

Beda sekali dengan zaman sekarang, ya. Wanita bekerja, jika dia tidak memiliki kekebalan dan antibodi untuk menolak pengaruh lingkungan pada pola pikirnya, akan berakibat fatal bagi keluarganya. Alhamdulillah, ibuku telah memiliki antibodi yang cukup untuk melindungi dirinya terbawa suasana tidak baik. Tapi sepertinya, ibu muda yang bekerja cukup goyah untuk mempertahankan prinsip dan komitmennya. Ya Allah, semoga Engkau jauhkan aku dari hal-hal seperti itu, dan semoga Engkau cepat mempersatukan aku dengan pilihan-Mu sehingga ada seorang yang bisa melindungi dan mengingatkanku. Amin.

Balik lagi ke film. Ketegasan, juga adalah sesuatu yang ditekankan di sini. Hal ini yang sedikit sulit aku terapkan. Aku sama sekali tidak bisa tegas, terutama jika berhubungan dengan teman. Masalahnya lagi, orang yang aku anggap teman itu hampir semua orang yang ku kenal… Jadi, hampir kepada setiap orang aku tidak bisa tegas. Satu hal yang lagi mengganggu nich. Ada temen SMA, dulu deket banget. Inget, dulu sering pulang bareng karena emang jalannya searah. Tapi hal yang baru-baru ini dia lakukan sudah menepis semua kenangan SMA. Coba bayangin aja, temen apa sih yang tega menjebak teman sendiri? Jadi ceritanya, dia tiba-tiba telepon dan bilang kalau dia lagi ada bisnis ama bule dan lagi butuh bantuan bahasa inggris. Otomatis aku mikir bakal jadi translater/penulis surat/smacam itu kan? Dan, betapa kagetnya ketika dia datang ke rumah dan menawarkan…… tada: multi-level marketing thing! How come?! Sebenernya kalau cuma nawarin aj sih oke-oke aja, karena aku tahu dia buang-buang waktu buat nawarin itu ke aku karena aku enggak bakal mau. Tapi dengan berbohong sebelumnya itu yang enggak bisa aku terima. Maafkan aku ya Allah, sedikit berbohong dan berbuat jahat untuk menghindar.

Itukah teman? Mungkin harus ada klarifikasi lagi untuk mengklasifikasikan kriteria teman yang harus aku tegaskan dan yang tidak. Ketika wanita lembek kayak begini, pantes aja dijajah terus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s