September 9, 2009 • 8:57 pm
Seminggu ini aku merasa di tubuh yang salah. Ini bukan diriku yang ingin kukenal, kuping yang tahu-tahu mendengar tiupan angin seperti memanggil nama seseorang; mata yang menangkap pola awan di langit seperti raut muka seseorang. Kemarin, aku merasa membaui wanginya di mana-mana. Hari ini, aku merasa melihat wajahnya di banyak wajah. (Recto Verso – Dee)
Aku tak pernah sanggup menuliskan simpulan terakhir. Kenyataan, pada akhirnya, adalah sesuatu yang paling ditakuti untuk dihadapi. Aku tak berani keluar. Hatiku terlalu rapuh. Bohong kalau aku kuat, bohong kalau aku tabah. Terkadang, Allah Sang Maha Memiliki Hati tak berkenan hatiku dirampas manusia.
Jangan pergi lagi.
Filed under: Part of My Point of Views
September 1, 2009 • 4:36 am
Membaca karya-karya Pramoedya Ananta Toer, sedikit memupuk semangat nasionalisme. Bukan yang radikal, tentu. Pastinya, semangat dan kebanggaan untuk bertanah air Indonesia. Juga semangat untuk memiliki Indonesia. Dan semangat untuk mencintai Indonesia.
Terlebih, saat meresapi kehidupan Minke. Pria itu, yang tadinya membenci tanah airnya karena orang-orangnya begitu terbelakang, akhirnya berusaha keras untuk turut serta membangun negerinya. Dia, yang tadinya menolak untuk berbicara bahasa melayu (belum diresmikan menjadi bahasa Indonesia), akhirnya dengan bangga menggunakan bahasa melayu.
Read the rest of this entry »
Filed under: Catatan Harian, Part of My Point of Views
August 25, 2009 • 9:30 pm
Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat
(Untuk Kita Renungkan – Ebiet G. Ade)
Ingin ikut yang lain, mengapresiasi bulan suci ini dalam bentuk tulisan. Tahun lalu, saya masih membantu pembuatan artikel tentang Ramadhan, sehingga bisa menghayati arti bulan itu dengan sendirinya. Tetapi sekarang, tak ada apresiasi spesial dalam menyambut Ramadhan. Mungkin, jika memang dikatakan berarti lebih dewasa dan/atau mendewasakan diri, saya hanya memaknainya dalam hati saja.
Read the rest of this entry »
Filed under: Catatan Harian
August 18, 2009 • 7:15 am
Ally McBeal:
“Man sucks, sir!”
Filed under: Percikan Iseng
August 17, 2009 • 10:25 am
Siapa yang bisa menentukan tolak ukur sebuah kegagalan? Misalnya, ketika orang lain berkata kita gagal, apakah diri kita sendiri merasa diri kita gagal? Jika tidak, banyak argumentasi yang bisa dikatakan tentang mengapa kita tidak merasa gagal sedang orang lain menilai kita gagal.
Read the rest of this entry »
Filed under: Part of My Point of Views