January 26, 2009 • 7:03 am
Tanpa terasa, waktu terus berjalan. Terkadang, bahkan saat waktu kita berpikir untuk memutuskan sesuatu; saat itulah waktu terus berjalan. Terkadang, saat kita pikir apa yang kita lakukan dengan berpikir bisa menyelesaikan permasalahan; saat itulah masa depan umat menanti.
Kalau dibilang waktu adalah uang, saya tidak setuju. Frasa itu seakan menunjukkan bahwa manusia adalah budak dari uang; sang material yang membuat manusia lebih mencintai dunia daripada akhirat. Saya lebih setuju jika mengambil tagline sebuah kartu kredit, bahwa waktu itu is priceless. Tidak bisa dihitung dengan kata-kata; seperti cinta ibu pada anaknya, cinta seorang Rasulullah kepada umatnya, cinta Sang Khalik pada makhluk-Nya.
Sepenting itulah waktu. Saya sedikit setuju dengan sebuah pernyataan dari seorang penulis karya sastra islami yang fenomenal, Ayat-Ayat Cinta, Kang Abik. Beliau pernah berkata, “Jika ada seseorang yang memiliki banyak waktu senggang, saya ingin membelinya.” Read the rest of this entry »
Filed under: Renunganku