No Talk, Write Only

what I see, I think: I write

Sendiri

Tidak semudah itu. Memang saya siapa? Tuhan? Tuhan saja tidak semudah itu menampakkan diri-Nya di hadapan makhluk-Nya. Begitu pun makhluk-Nya, tak semudah itu bisa melarikan diri. Tapi saya siapa? Hanya manusia, tak pernah lebih dari sekadar manusia. Untuk berpikir saja ada batasnya. Apalagi untuk bertindak. Lalu, mengapa semua ada batasnya?

Tak ada bagaimana nanti. Saya ingin melarikan diri. Tapi hanya tersimpan dalam pikiran. Semesta tak mendukung. Saya ingin lari, lari kecil saja. Lalu semesta membantu saya untuk lelah, untuk kembali mundur. Atau untuk kembali diam. Pikiran saya mati, diam tak bergerak.

Read the rest of this entry »

Filed under: Emosiku, Kecewaku

Kecewa

Ah. Diri ini kecewa. Tapi sekaligus bangga; radhitubillahirabba wabilislaamidina. Saya ridho, karena saya muslim dan saya berada di tempat yang sama dengan para muslim lainnya di seluruh dunia. Saya terharu, melihat mereka semua dengan semangat berjalan menembus panas dan debu tebal di udara guna bersujud kepada-Nya langsung di depan baitullah. Saya juga senang, melihat mereka tersenyum senang karena akhirnya melihat bangunan yang biasanya hanya mereka lihat pada hamparan sajadah. Saya pun turut sedih, melihat mereka meneteskan air mata kerinduan, rindu akan bertemu dengan Rabbnya. Saya senang melihat mereka, rindu untuk bertemu dan disatukan kembali dengan mereka pada saatnya nanti. Read the rest of this entry »

Filed under: Kecewaku, Renunganku

Ternyata ORDE BARU yang Membuat Saya Seperti Ini

Seringkali saya bertanya-tanya, mengapa saya memiliki watak seorang pemberontak (dalam arti yang lembut). Seringkali saya heran, karena bahkan di keluarga saya pun tidak segitu-gitu amat. Tanda tanya besar selalu muncul dalam diri saya; apakah saya? Mengapa pikiran saya begitu liar mengembara ke mana-mana tanpa memikirkan waktu sementara sekeliling saya tetap berada di tempatnya? Rupanya, saya baru menyadari mengapa. Read the rest of this entry »

Filed under: Catatan Harian, Emosiku, Kecewaku

United 93 – Ngajak Berantem Mereka!

Saya diberitahu tema film ini mengenai tragedi WTC. Penasaran, saya pun mencoba menontonnya. Dan cukup satu kalimat untuk film ini: ‘How dare they…!’ Belum satu menit film ini dimulai, saya sudah terdiam tak berkutik melihat scene pertama yang muncul: close-up sebuah alquran. Maksudnya apa? Kemudian, menyusul seorang pria sedang membaca alquran itu di sebuah kamar hotel. Pria itu terlihat seperti pria Arab. Lalu terlihat empat pemuda Arab lainnya. Selama kira-kira dua menit awal film ini menggambarkan aktivitas keagamaan mereka; mulai dari shalat, mengaji, berdoa. Oh, dan tak lupa, selama dua menit awal film ini juga terlantunkan ayat-ayat Alquran sebagai backsound.

How dare they…! Saking kesalnya saya tidak terpikirkan kata-kata yang tepat. Memang, saya dijanjikan akan melihat sebuah ketidakadilan mengenai Islam dalam film ini. Tapi, dengan ketidakadilan yang tergambar JELAS seperti itu, rasanya sangat mengguncang. Read the rest of this entry »

Filed under: Emosiku, Kecewaku, Semacam Resensi dan Cerminan Hati

Trying to Wipe My Tears

Saya sedang kecewa. Entah mengapa, mungkin karena PMS or something else yang sama tidak mengenakkannya. Saat ini, ada sebuah lagu yang menemani; sangat menguatkan. Judulnya ‘Hands’ dari Jewel. Simak liriknya: Read the rest of this entry »

Filed under: Emosiku, Kecewaku, Renunganku

Healthy Tips

Vaseline Petroleum Jelly adalah sebuah produk perawatan yang tak terhingga manfaatnya. Mulai dari perawatan kulit kering sampai perawatan barang-barang besi dari karat. Walau bermanfaat, Vaseline Petroleum Jelly tidak mengandung bahan kimia sehingga aman dipakai. Tidak lagi dibutuhkan body lotion, lip care, moisturizer, dan semua produk perawatan lainnya: karena yang Anda butuhkan hanya sebuah boks kecil Vaseline Petroleum Jelly. Karena it's doing it all!

Twitter Updates

Widen Your Sight