October 21, 2009 • 4:03 pm
Everyone’s changing, I stay the same
I’m a solo cello outside a chorus
I’ve got a secret,
It’s time for me to tell that you’ve been keeping me warm
I keep comparing, you’re always winning
Don’t give it back, I’ve never felt so wanted
Will you make me a home?
In the heat of summer sunshine,
I miss you like nobody else
…and nobody needs to know
Thanks, Andrea, for the inspiration.
Filed under: Percikan Iseng
October 3, 2009 • 11:06 am
Tidak semudah itu. Memang saya siapa? Tuhan? Tuhan saja tidak semudah itu menampakkan diri-Nya di hadapan makhluk-Nya. Begitu pun makhluk-Nya, tak semudah itu bisa melarikan diri. Tapi saya siapa? Hanya manusia, tak pernah lebih dari sekadar manusia. Untuk berpikir saja ada batasnya. Apalagi untuk bertindak. Lalu, mengapa semua ada batasnya?
Tak ada bagaimana nanti. Saya ingin melarikan diri. Tapi hanya tersimpan dalam pikiran. Semesta tak mendukung. Saya ingin lari, lari kecil saja. Lalu semesta membantu saya untuk lelah, untuk kembali mundur. Atau untuk kembali diam. Pikiran saya mati, diam tak bergerak.
Read the rest of this entry »
Filed under: Emosiku, Kecewaku