…that I won’t be there for somebody need me most. Ya ALlah. Sang Pencinta, yang mencintai hamba-Nya bahkan lebih dari yang pernah dibayangkan. Engkau, yang tak pernah pilih kasih. Engkau, yang ada dalam hati ini selalu. Engkau, yang bahkan saat aku tidak mengingat-Mu, akan selalu ada di hati.
ALlah. Asri minta maaf. I’m writing this because I felt deeply sorry. Ke mana saja aku selama ini? Terlalu sibuk dengan skripsi! Terlalu sibuk dengan diri sendiri! Terlalu sibuk, entah mungkin pura-pura sibuk! Aku malu, ya ALlah, aku malu!
Ke mana aku saat mereka membutuhkan aku? Bahkan seuntai doa pun tak terucap dari mulutku seusai shalat untuk mereka. Hanya skripsi, skripsi, skripsi. PERGI KAU, SKRIPSI!!! Jika memang kehadiranmu hanya akan membuatku melupakan orang-orang yang membutuhkan aku. PERGI! Sarjana, siapa sih yang butuh?! Titel yang mengagungkan dunia lebih tinggi daripada akhirat. Titel yang bisa membuat kami tinggi hati, lupa–LUPA–dengan sekitar kita.
I hate myself, ya ALlah… Aku benciiiiiiiiiiiiiii, aku kecewaaaaaaaaaaa!!! Mereka ADAAAA saat aku butuh, ya ALlah.. Tapi aku? Aku tidak adaaaaaaaa saat mereka membutuhkan aku. Aku tidak adaaaaaaa! Saudara macam apa aku? Oh, yang lebih mempedulikan skripsi daripada saudaranya, yang lebih mempedulikan diri sendiri daripada saudaranya. Ha!
Astagfirullah.
Maaf, ya ALlah. Maaf, Aa. Maaf, semuanya. Aku mengecewakan, aku tahu.
Jika memang mereka menangis, aku ingin kita menangis bersama, ya ALlah. Sakit mereka, sakit aku juga. Sedih mereka, sedih aku juga. Ya ALlah, dengan nama-Mu yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, aku berjanji, mulai saat ini, akan lebih memperhatikan mereka, akan lebih mempedulikan mereka, akan lebih menghabiskan waktu dengan mereka.
Filed under: Catatan Harian