…that I won’t be there for somebody need me most. Ya ALlah. Sang Pencinta, yang mencintai hamba-Nya bahkan lebih dari yang pernah dibayangkan. Engkau, yang tak pernah pilih kasih. Engkau, yang ada dalam hati ini selalu. Engkau, yang bahkan saat aku tidak mengingat-Mu, akan selalu ada di hati.
ALlah. Asri minta maaf. I’m writing this because I felt deeply sorry. Ke mana saja aku selama ini? Terlalu sibuk dengan skripsi! Terlalu sibuk dengan diri sendiri! Terlalu sibuk, entah mungkin pura-pura sibuk! Aku malu, ya ALlah, aku malu!
Ke mana aku saat mereka membutuhkan aku? Bahkan seuntai doa pun tak terucap dari mulutku seusai shalat untuk mereka. Hanya skripsi, skripsi, skripsi. PERGI KAU, SKRIPSI!!! Jika memang kehadiranmu hanya akan membuatku melupakan orang-orang yang membutuhkan aku. PERGI! Sarjana, siapa sih yang butuh?! Titel yang mengagungkan dunia lebih tinggi daripada akhirat. Titel yang bisa membuat kami tinggi hati, lupa–LUPA–dengan sekitar kita.
Read the rest of this entry »
Filed under: Catatan Harian
Sejak dahulu kala, sejak saya pertama kali menyukai sepakbola, saya tahu pasti bahwa hal yang satu ini akan menjadi sebuah pemersatu bangsa. Dan, kurang lebih sedikit benar (lho, kok ga yakin gini sih).
Saya belum menonton film ini, tapi saya mencoba meraba-raba arah film ini. Mungkin saya merabanya dari lagu Netral dengan judul yang sama. Saat pertama mendengarnya di trailer film, saya sudah tertarik dengan sound yang seakan dinyanyikan oleh supporter sepakbola di stadion. Interesting.
Intinya… Apakah lagu ini mencerminkan kita? Hm. Tidak ada yang memungkiri, kita orang Indonesia. Lahir dan besar di Indonesia (saya, terutama. Anda, tentukan sendiri). Jiwa dan raga untuk Indonesia? Sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, sepertinya.
Tapi, produk Indonesia? Memakai dan bangga dengan produk Indonesia? Hm. Optimisme pada Indonesia? Duh, untuk yang satu ini, sebenarnya saya akui tertinggal sedikit pada diri saya.
Read the rest of this entry »
Filed under: Part of My Point of Views
Mau pura-pura sibuk. Mau pura-pura kesel ama pembimbing, tapi malah memancing inspirasi dan revisi terselesaikan dalam waktu 3jam saja. Mau pura-pura baca. Mau pura-pura cuek. Mau pura-pura biasa aja. Mau pura-pura nulis.
Tapi kangen. Kangen ama suasana yang dulu. Kangen ama rapat-rapat yang menghabiskan pikiran. Kangen jalan-jalan ama Barni (karena uda ga pernah ketemu lagi). Kangen pulang malem abis mikirin pemiku. Kangen dimarahin karena pulang malem, walau dalam hati biasa aja karena habis melakukan sesuatu yang menyenangkan. Kangen jadi tempat cerita-cerita yang sepele tapi memicu pertikaian. Kangen baca Harry Potter sambil ngemil dan sambil tiduran, santai. Kangen rumah yang lengkap orangnya. Kangen mama pas di rumah lagi. Kangen marah-marah karena artikel belum ada yang terkumpul. Kangen berantem ama pemred, reporter. Kangen pulang magang jam 3 pagi. Kangen supir taksi yang marah-marah karena bawa penumpang ngantuk dan ga jelas. Kangen nangis di depan ka’bah. Kangen jalan-jalan ama sepupu-sepupu yang kocak. Kangen kalian, pengurus MT Al-Khawarizmi. Kangen kalian, redaksi ICON. Kangen kalian, Office Class English Letters Dept. Kangen kalian, SMASRIPP.
Read the rest of this entry »
Filed under: Catatan Harian