Lebaran. Arti lebaran bagi saya adalah nikmatnya shalat ‘Ied dengan mata mengantuk karena semalaman tidak tidur. Mengapa berarti? Karena bagi saya, mata yang mengantuk itu ibarat membawa sebuah kenangan dari Ramadhan. Ha. Filosofi yang simpel, tapi berarti. Ditambah, dengan rasa kantuk sambil shalat di lapangan dengan suasana yang dingin… Beuh, mantap.
Setelah itu, bersalaman dengan keluarga dan tetangga-tetangga; berhubung tidak ada keluarga yang tinggal dekat rumah. Entah mengapa, nuansa hari itu adalah PUTIH. Hmm. Tahun lalu, saya masih berani pakai mukena warna ungu; di antara mukena-mukena putih lainnya. Sekarang? Terima kasih. Karena, putih juga berarti suci. Ingat iklan TELKOM yang menampilkan murid esde hanya memperlihatkan kertas putih kosong untuk menggambarkan suasana lebaran? Yah, seperti itu. Read the rest of this entry »
Filed under: Catatan Harian, Percikan Iseng , lebaran