No Talk, Write Only

what I see, I think: I write

Nyanyi pun Salah… Apa Kata Dunia?

Kejadiannya di kelas, ketika dosen lagi menerangkan di depan. Tanpa sadar, aku pun bersenandung, “Ching ai, ching ai.” [P.S.: maklumi yaa, soalny kalau lagi bosen dan bete banget yang aku lakukan tuh menyenandungkan lagu yang terpikir pertama di pikiran. Naah, kbetulan lagu yang terpikirkan yaa lagu Ching Ai itu, huehehehe]

Nah, terus, temen yang duduk d sebelahku itu nengok sambil memandangku dengan heran. Pikirannya kali, nie orang waras enggak sie. Eh, baru aja mulai konsen dengerin dosen, temenku yang itu komentar, “Gw tau tuh lagu.” Padahal yang ngomong non-muslim. Trus dia cerita kalau rumahnya deket masjid dan masjid tersebut tiap hari tuh sering banget masang lagu-lagu Rayhan termasuk itu. Jadilah dia bisa dibilang apal ama lagu-lagu itu.

Yang bikin aneh tuh, terus dia komentar tentang betapa bosan dan anehnya denger lagu-lagu nasyid begitu… Hmm, sebenernya, iya juga sih. Tapi gimana lagi, namanya juga masjid.. Mungkin resiko bersosialisasi ya.
Tapi pinter juga tuh masjid, lagu2nya keren-keren begitu… Hmm, bisa ditiru tuh..

*ko garing yaa

Filed under: Percikan Iseng

Menapaki Kebenaran

Ya ampun. Setelah otak beristirahat sejenak saat ketiduran baca data tentang Munir, aku langsung dihadapkan dengan acara Metro Realitas: Penipuan Investasi. Kok ya semuanya sama-sama menudingkan padaku yang berada di negara yang salah. Bisa-bisanya aku dihadapkan pada dua fakta yang sama dalam satu hari yang sama, dalam otak yang masih sama lemasnya. Pantes aja sekarang sedikit enggak tanggep dengan keadaan sekitar.

Pertama, tentang Munir. Subhanallah, ternyata almarhum adalah aktivis yang tiada henti berjuang menegakkan keadilan HAM dan demokrasi. Kenapa aku bisa-bisanya tidak memperhatikan beliau saat masih hidup. Dan ternyata, penyelusuran data yang kutemukan itu sudah mengarah kepada pihak-pihak yang berwenang dan berkepentingan di negara ini. Tidak bisa mengatakan lebih lanjut, masih rahasia perusahaan, tuh. Tapi intinya, orang awam seperti aku sangat terguncang membaca data-data. Seakan dibukakan mata hati yang paling dalam skalipun: bahwa INILAH keadaan Indonesia yang sebenarnya. INILAH keadaan Indonesia, negara yang seharusnya menjadi negara kebanggaan, negara tercinta kami para generasi muda. Apakah yang ingin dibanggakan darinya? Mereka telah mengotori, menghancurkan bangsaku tanpa bersusah payah membuat kami bangga padanya terlebih dahulu. Read the rest of this entry »

Filed under: Emosiku, Kecewaku

Harapan Kugantungkan Pada-Mu

Bencana-bencana benar-benar mengguncang negeri dan hati ini. Tak heran, Engkau benar-benar ingin hamba-Mu mengingat-Mu saat mereka tengah melupakan-Mu. Betapa hinanya kami, ya Allah, sampai melupakan-Mu begitu saja. Tapi sesungguhnya, kamilah yang menghinakan-Mu, bukan orang-orang kecil seperti mereka. Kasihanilah mereka ya Allah, aku mohon.

Begitu mengingat firman-Mu yang mengatakan bahwa Engkau akan menguji seseorang yang Engkau cintai…. Berarti Engkau mencintai mereka sedemikian rupa shingga menjatuhkan cobaan yang besar pada mereka. Aku cemburu. Kami cemburu. Aku ingin Engkau mencintai kami seperti Engkau mencintai mereka. Kami berjanji akan merelakan hati, harta, jiwa, raga, hanya untuk-Mu yang MahaAgung, pemilik sbenarnya apa-apa yang ada di sekitar kami. Kami tidak berhak, ya Allah. Sungguh. Read the rest of this entry »

Filed under: Semacam Resensi dan Cerminan Hati

Kisah Tukang Ojek Iseng

Aku mau cerita nich, tapi enggak ada serius-seriusnya sich. Jadi ceritanya, setelah berkelana di kota yang sangat panas yang (terpaksa) kucintai itu, akhirnya aku diberikan-Nya kesempatan untuk pulang mencium keharuman dan kesegaran kota hujan. Tapi, tak disangka mesti ngerjain tugas dulu. Jadilah aku mengerjakan tugas dengan gigihnya sampai terlewat waktu Dzuhur (astagfirullah), tapi alhamdulillah disadarkan pada saat waktu Ashar. Karenanya, setelah langsung terburu-buru ke mushala kampus, aku pun langsung bergegas menuju tanahabang mengejar kereta-dingin-ku tersayang.

Alhamdulillah, aku berpikiran untuk menaiki angkot, bukan ojek. Tahu kan, beda ongkosnya seberapa jauh. Belum lagi di daerah kampus BiNus… Sudahlah, nyerah aja ama tukang ojek. Alhasil aku pun menaiki angkot. Rada pasrah juga sich ama keadaan, termasuk macet. Tapi alhamdulillah nie, enggak ada macet yang parah banget kya biasanya. Read the rest of this entry »

Filed under: Percikan Iseng

Healthy Tips

Vaseline Petroleum Jelly adalah sebuah produk perawatan yang tak terhingga manfaatnya. Mulai dari perawatan kulit kering sampai perawatan barang-barang besi dari karat. Walau bermanfaat, Vaseline Petroleum Jelly tidak mengandung bahan kimia sehingga aman dipakai. Tidak lagi dibutuhkan body lotion, lip care, moisturizer, dan semua produk perawatan lainnya: karena yang Anda butuhkan hanya sebuah boks kecil Vaseline Petroleum Jelly. Karena it's doing it all!

Twitter Updates

  • Ambil bebek matang dan tidur. 13 hours ago
  • Deni bkin saya berpikir terus...Akhirnya mementingkan BEBEK daripada TIDUR...Haisssszzzhhh... -_-" 14 hours ago

Widen Your Sight